Sindikasi Ungkap Kerentanan Pekerja Kreatif dan Jurnalis di Makassar

5 hours ago 12

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Lembaga Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (Sindikasi) mengungkapkan bahwa pekerja di industri kreatif dan jurnalis menghadapi kerentanan risiko tinggi terkait pekerjaan mereka. Banyak dari mereka tidak mendapatkan jaminan perlindungan sosial maupun kontrak kerja yang layak dari perusahaan.

"Kontrak kerja yang pendek, upah murah, dan risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) yang tinggi adalah beberapa masalah yang dihadapi pekerja kreatif dan jurnalis. Selain itu, jam kerja yang tidak jelas juga mengancam kesehatan mereka," ungkap Mia Rosmiati, dari Dewan Pengurus Nasional Sindikasi, pada diskusi di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat.

Mia menambahkan bahwa selama masa advokasi, Sindikasi menemukan banyak masalah terkait kesejahteraan pekerja. Namun, tantangan muncul karena pemberi kerja yang tidak kooperatif dan kekhawatiran pekerja untuk melapor karena takut dipecat. Padahal, hak mereka telah diatur dalam undang-undang.

"Kami mendorong para pekerja untuk berserikat agar bisa mendapatkan hak mereka. Sindikasi terus membangun kesadaran akan pentingnya berserikat dan mengkampanyekan hal ini kepada seluruh pekerja kreatif," tegasnya.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar, Sahrul Ramadan, dalam diskusi yang sama mengungkapkan bahwa terdapat 89 kasus kekerasan dan intimidasi terhadap jurnalis di Indonesia, 23 di antaranya terjadi di Sulawesi Selatan. Ia juga menyoroti rendahnya insentif yang diterima jurnalis dari media besar di Makassar, yaitu hanya Rp7.000 per berita.

"Kami berusaha membuat media alternatif yang dapat memberikan upah sesuai dengan kualitas karya jurnalistik. Hal ini penting karena upah jurnalis di Indonesia masih jauh dari kesejahteraan," ujarnya.

Sukrianto, perwakilan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Makassar, menekankan pentingnya kesadaran perusahaan akan nilai karya seni. Menurutnya, ada ketimpangan antara jam kerja dan upah di industri kreatif dan jurnalis. Selain itu, pekerja juga menghadapi tantangan baru dengan adanya kecerdasan buatan (AI).

Diskusi publik ini juga diikuti dengan konferensi pemilihan Ketua Sindikasi Wilayah Makassar, dengan Shany Kasysyaf terpilih sebagai Ketua dan Atri Suryatri Abbas sebagai Sekretaris untuk masa bhakti 2026–2029.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Politics | | | |