REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNGKIDUL - Keberadaan sinkhole atau rongga bawah tanah berukuran besar di Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, menimbulkan ancaman serius bagi keselamatan warga. Rongga itu terungkap setelah Badan Geologi melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) didampingi BPBD DIY melakukan uji geolistrik menyusul adanya temuan sinkhole di rumah salah seorang warga Padukuhan Bolang, Girikarto milik Sujanto.
Pemetaan geologi yang dilakukan menggunakan metode resistivitas listrik, sebuah metode geofisika non-destruktif yang mampu memetakan struktur bawah tanah tanpa harus menggali atau masuk ke dalam lubang. Hasil awal uji geolistrik ini menunjukkan rongga bawah tanah memiliki kedalaman hingga puluhan meter dan memanjang di bawah kawasan permukiman.
Temuan ini menguatkan kekhawatiran bahwa lubang yang muncul di dalam rumah warga hanyalah bagian kecil dari sistem rongga yang lebih besar. "Terdapat lubang-lubang hasil sinkhole yang cukup besar, sementara dari data kasar kedalamannya bisa mencapai 30 meter. Rongga ini memanjang ke arah utara," kata Ahli BPPTKG, Raditya Putra, Rabu (21/1/2026).
Raditya menegaskan, amblesan yang terlihat di dalam rumah warga tidak mencerminkan skala ancaman sebenarnya. Ia menyebut lubang terbuka hanyalah bagian permukaan dengan kedalaman sekitar lima meter. Sementara di bawahnya masih terdapat rongga yang jauh lebih besar dan tidak dapat diamati secara langsung.
Karena itu, pihaknya melakukan pengecekan melalui metode geolistrik untuk memetakan profil bawah tanah tanpa harus masuk ke dalam lubang. "Kita tidak mungkin mengecek langsung atau masuk ke dalam, maka metode geolistrik ini menjadi satu-satunya cara untuk mengetahui profil bawah tanahnya," ujarnya.
Hasil pengukuran sementara yang dilakukan, menunjukkan kondisi berbeda antara sebelah utara dan selatan jalan. Ia menjelaskan di sisi selatan jalan, struktur batuan relatif lebih padat atau berupa bedrock sehingga potensi rongga dinilai kecil.
Sementara zona rawan terkonsentrasi di poros jalan dan ke arah utara. Di area barat dan timur masjid yang berada tidak jauh dari lokasi, BPPTKG tidak menemukan rongga besar yang berpotensi membahayakan.
Meski begitu, data yang diperoleh sifatnya masih sementara dan akan melalui tahap pengolahan lanjutan sebelum diserahkan kepada BPBD sebagai dasar rekomendasi mitigasi. "Data akan diolah lebih lanjut. Setelah interpretasi selesai, kami akan memberikan rekomendasi kepada BPBD sebagai pihak pemohon data, sehingga bisa ditentukan langkah penanganan yang paling tepat," ujarnya.
Selain uji geolistrik, BPPTKG juga menggunakan teknologi drone lidar untuk memetakan topografi permukaan tanah. Peneliti Ahli Pratama BPPTKG, Ilham Nurdin, menjelaskan pengukuran dengan dua metode ini dilakukan untuk mendukung upaya mitigasi bencana, terutama untuk menentukan langkah keamanan bagi warga di sekitar lokasi sinkhole.
"Jadi secara teknis kita menggunakan geolistrik dengan menginjeksi arus listrik ke dalam tanah kemudian kita hitung beda potensialnya, dari situ kita bisa tahu sebaran nilai resistivitas dalam tanah sehingga bisa diketahui didalam tanah seperti apa," kata Ilham Nurdin.

2 hours ago
2















































