Solikin M Juhro Jalani Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur BI, Ini Pokok-Pokok Pemikirannya

4 hours ago 5

Solikin M. Juhro menjalani fit and proper test sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) di DPR RI pada Jumat (23/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Solikin M. Juhro menjalani fit and proper test sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) di DPR RI pada Jumat (23/1/2026). Ia menyampaikan sejumlah pokok-pokok pikiran mengenai strategi kebijakan moneter ke depan, yang dirangkum dalam satu kata: ‘Semangka’.

Di hadapan para anggota DPR RI dalam agenda fit and proper test tersebut, Solikin menjabarkan terlebih dahulu mengenai berbagai tantangan yang mengadang ke depan, terutama kondisi ketidakpastian ekonomi global. Ia mengungkapkan, dinamika ekonomi dan geopolitik seakan telah menjadi new normal atau kenormalan baru dalam perkembangan ekonomi global. 

“Kalau sebelumnya kita mengenal VUCA (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity), kita sekarang sudah memasuki TUNA (turbulency, uncertainty, novelty, ambiguity), jadi volatilitas sudah menjadi turbulensi. Dan tidak hanya kompleks, tetapi novelty atau kebaruan di era digital dengan kebaruan yang semakin tinggi. Jadi, VUCA ke TUNA,” ungkap Solikin dalam agenda fit and proper test di Kompleks DPR RI, Jumat (23/1/2026). 

Ia melanjutkan, memasuki tahun 2026, lanskap ekonomi global juga masih dibayangi oleh ketidakpastian yang tinggi, yang mana tensi geopolitik yang berlarut menahan laju pertumbuhan ekonomi dunia pada level yang moderat, sementara volatilitas pasar uang global tetap tinggi. 

“Tentunya gelombang ini akan memengaruhi pencapaian cita-cita perekonomian nasional untuk menuju negara atau perekonomian Indonesia yang maju. Dan ini tentunya kita perlu menavigasi cita-cita tersebut agar bisa tercapai dengan selaras,” ujarnya. 

Solikin mengangkat tema visi dan misinya bertajuk ‘Memperkuat Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi, Berdaya Tahan, dan Inklusif untuk Indonesia Maju’. Menurutnya, visi misi tersebut menjadi strategi yang tepat dalam menghadapi kondisi ketidakpastian global. 

“Untuk menerjemahkan misi tersebut, dalam rangka yang lebih konkret dan terukur, kami mengusullkan delapan strategi kebijakan yang terintegrasi dalam satu kerangka besar yang kami singkat ‘Semangka’,” ungkapnya.

Read Entire Article
Politics | | | |