Sosok di Balik Viralnya Warung Madura, Abdul Muidz Aad Menantang Kedigdayaan Modern Retail & KDMP

2 hours ago 12

loading...

Salah satu sosok di balik perubahan Warung Madura adalah Abdul Muidz Aad-pengusaha kelahiran Bangkalan, Madura, yang oleh sejumlah media dijuluki Bapak Warung Madura. Foto/Dok

JAKARTA - Warung Madura sempat menjadi perbincangan nasional. Warung kelontong yang buka nyaris tanpa henti, tersebar dari gang-gang perumahan sampai pinggir jalan protokol, dan seolah selalu ada saat dibutuhkan tengah malam.

Fenomenanya viral, jadi bahan meme, bahkan sempat memicu diskusi kebijakan soal jam operasional. Namun di balik ramainya perbincangan itu, ada lapisan cerita yang jarang tersorot: bagaimana warung-warung tersebut kini bisa menerima pembayaran digital, punya pencatatan keuangan yang rapi, berbelanja stok tanpa harus meninggalkan toko, hingga mengakses permodalan perbankan.

Salah satu sosok di balik perubahan itu adalah Abdul Muidz Aad-pengusaha kelahiran Bangkalan, Madura, yang oleh sejumlah media dijuluki "Bapak Warung Madura".

Dari Bangkalan, Bukan dari Silicon Valley

Abdul Muidz Aad lahir di Bangkalan pada 17 Agustus 1987. Ia menempuh pendidikan pasca sarjana Magister Manajemen di Universitas Trunojoyo Madura. Baca Juga: Dari Warung Madura ke Kancah Global, CEO MPStore Buru Inovasi Stablecoin di Singapore Fintech Festival

Latar belakangnya bukan laboratorium teknologi, melainkan lapangan. Lebih dari satu dekade ia berkarier di industri telekomunikasi, ritel, dan distribusi -mulai dari posisi paling bawah sebagai tenaga penjualan yang berkeliling menemui pemilik toko satu per satu.

Pengalaman itu yang kemudian membentuk cara pandangnya. Ia melihat langsung persoalan yang dihadapi warung: pencatatan seadanya di buku tulis, stok yang tidak terkontrol, harus menutup toko hanya untuk berbelanja ke agen, dan hampir mustahil mengakses pembiayaan bank karena tidak punya laporan keuangan.

Pada 2018, ia memulai sebuah aplikasi sederhana untuk transaksi pulsa. Aplikasi itu kemudian berkembang menjadi MPStore , platform yang kini dikenal sebagai SuperApp UMKM.

Tujuh Hal yang Mengubah Cara Warung Bekerja

Perubahan yang dibawa MPStore SuperApps bukan satu fitur tunggal, melainkan rangkaian yang saling menyambung. Pertama, pembayaran digital. MPStore menjadi salah satu pelopor penyediaan QRIS bagi UMKM secara gratis langsung dari aplikasi pada tahun 2020.

Ribuan warung yang sebelumnya hanya menerima uang tunai kini bisa melayani pembeli yang tidak lagi membawa dompet-dengan hasil penjualan yang dapat dicairkan cepat ke rekening.

Baca Juga: Viral! Penampakan Warung Kelontong Madura yang Didesain bak Minimarket, Tagline-nya Curi Perhatian

Kedua, aplikasi kasir gratis. Warung mendapat sistem pencatatan penjualan, manajemen stok, laporan keuangan otomatis, hingga pengelolaan karyawan-fitur yang selama ini hanya dimiliki jaringan ritel modern dengan biaya sistem yang mahal.

Read Entire Article
Politics | | | |