SUAR dan PT Poeser Indonesia Resmikan Pembangunan Fasilitas Produksi EFB Pellet 30 Ribu MT/Tahun

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, MUARO JAMBI -- SUAR, perusahaan teknologi bahan bakar biomassa padat, bekerja sama dengan PT Poeser Indonesia melalui perusahaan patungan mereka, PT Poeser Suar Biomassa.

Hari ini, keduanya resmi memulai pembangunan (ground breaking) fasilitas produksi pellet Tandan Kosong Kelapa Sawit (EFB) di Muaro Jambi, Jambi. Fasilitas ini menandai ekspansi strategis menyusul operasi percontohan (pilot operation) SUAR di Jambi.

Berlokasi di atas lahan seluas 0,5 hektare, pabrik ini dirancang untuk mengonversi 50 ribu ton residu industri kelapa sawit menjadi 30 ribu ton EFB Pellet terbarukan setiap tahunnya.

Dengan mengolah limbah ini, fasilitas tersebut mencegah pelepasan metana berdampak tinggi—gas rumah kaca yang sangat kuat—yang terjadi selama dekomposisi alami, sekaligus secara langsung mendukung target transisi energi nasional dan tujuan dekarbonisasi industri.

Didirikan pada 2024, SUAR menggunakan teknologi milik sendiri (proprietary) yang menghilangkan residu bahan kimia pupuk dari EFB pada skala industri. Proses canggih ini menghasilkan EFB Pellet bernilai tinggi yang secara khusus rendah kalium (K) dan klorin (Cl).

Karakteristik ini sangat penting untuk meminimalkan korosi dan slagging (pembentukan kerak) pada ketel uap (boiler) industri dan aplikasi co-firing batubara di pembangkit listrik.

Keunggulan teknis ini mengubah EFB Pellet dari sekadar produk sampingan limbah menjadi alat yang andal dan bernilai tinggi bagi industri yang berupaya menurunkan jejak karbon mereka tanpa mengorbankan efisiensi operasional.

“Fasilitas ini bukan sekadar tentang penyediaan bahan bakar, ini tentang menangani limbah kelapa sawit dalam skala yang signifikan guna memenuhi realitas operasional industri saat ini,” kata Rengkuh Banyu Mahandaru, Direktur Utama SUAR, Rabu (21/1/2026).

Ia menuturkan, teknologi yang dimiliki SUAR menyediakan solusi teruji berskala industri yang menjembatani kesenjangan antara tujuan transisi energi yang ambisius dan kebutuhan akan bahan bakar berkinerja tinggi yang konsisten.

Fasilitas ini diharapkan dapat menciptakan setidaknya 50 lapangan kerja lokal bagi operator di wilayah Jambi, yang berkontribusi pada ekonomi regional.

Perusahaan patungan ini telah mengamankan perjanjian pengambilan hasil (offtake) jangka panjang dengan beberapa industri untuk hasil produksi fasilitas tersebut, yang menandakan kuatnya permintaan pasar akan solusi dekarbonisasi.

Konstruksi saat ini sedang berjalan, dengan target operasi dimulai pada kuartal ketiga tahun 2026.

Read Entire Article
Politics | | | |