Tak Ingin Anak Putus Sekolah di Tengah Kesulitan Ekonomi, Aleg Perindo Hadir Bantu Belasan Pelajar di Sikka

4 hours ago 3

loading...

Anggota DPRD Kabupaten Sikka dari Partai Perindo Marthen Luther Adji. Foto/Istimewa

JAKARTA - Kesulitan memperoleh pekerjaan mulai berimbas pada kemampuan sejumlah keluarga di Kabupaten Sikka memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga membiayai pendidikan anak. Kondisi itu menjadi salah satu persoalan yang banyak ditemui Anggota DPRD Kabupaten Sikka dari Partai Perindo Marthen Luther Adji saat menyerap aspirasi masyarakat.

Marthen yang juga Sekretaris Fraksi Partai Perindo DPRD Kabupaten Sikka menilai efisiensi anggaran dari pusat ke daerah ikut mempersempit akses pekerjaan bagi masyarakat. Persoalan tersebut dia sampaikan setelah mengikuti Bimtek 2026 Partai Perindo yang membahas berbagai materi terkait tugas anggota legislatif, termasuk fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.

"Saat turun reses, kami banyak mendengarkan keluhan masyarakat menyangkut kondisi kehidupan mereka, terutama masalah kemiskinan dan ketidakberdayaan dalam menghadapi hidup. Akibat efisiensi anggaran dari pusat ke daerah, masyarakat kesulitan mendapatkan akses pekerjaan. Karena tidak punya pekerjaan, mereka kesulitan menyekolahkan anak dan tingkat ekonomi mereka tidak mencukupi untuk membiayai kebutuhan sehari-hari," kata Marthen, Rabu (29/7/2026).

Dampak efisiensi juga dirasakan pada program yang telah dirancang melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD. Marthen mengatakan pembangunan lima unit rumah layak huni senilai Rp200 juta dan beasiswa bagi 10 orang senilai Rp50 juta yang diprogramkan tahun ini belum terealisasi.

Baca Juga: Soroti Pelemahan Rupiah hingga Kenaikan Harga Minyak, Hary Tanoesoedibjo: Masyarakat Bawah Paling Terpukul

"Kalau dari pemerintah, belum ada realisasi. Kebijakan efisiensi membuat pokok-pokok pikiran DPRD terpotong semua. Padahal, tahun ini saya telah memprogramkan pembangunan lima unit rumah layak huni dari pokir senilai Rp200 juta serta beasiswa bagi 10 orang senilai Rp50 juta, namun belum terealisasi sampai sekarang akibat alasan efisiensi dari pemerintah," ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, Marthen menjalankan program anak asuh bagi 17 anak, terdiri atas 10 siswa SD, lima siswa SMP, dan dua siswa SMA. Biaya sekolah, seragam, dan alat tulis mereka ditanggung menggunakan gajinya sebagai anggota DPRD melalui program Perindo Peduli Kasih.

Read Entire Article
Politics | | | |