REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah berdiri sebagai episentrum spiritual dunia yang napasnya tak pernah berhenti berdenyut barang sedetik pun. Dua tempat suci ini ibarat magnet samudra manusia, di mana jutaan wajah dari berbagai bangsa bersatu dalam gema doa yang tak terputus, menciptakan pemandangan spektakuler tentang ketaatan yang melampaui batas waktu dan lelah.
Keajaiban Dua Masjid Suci ini terpancar dari arus peziarah yang mengalir bak air sungai yang tak pernah surut. Di tengah teriknya mentari maupun sunyinya sepertiga malam terakhir, gema langkah kaki dan lantunan zikir tetap membahana, membuktikan bahwa kerinduan umat Islam untuk bersujud di tanah haram adalah sebuah energi abadi yang membuat kedua masjid ini tetap hidup dan bercahaya sepanjang tahun.
Sepanjang bulan Rajab 1447 Hijriah, antusiasme ini tercermin dari data Otoritas Umum Pengelolaan Dua Masjid Suci yang mencatat kunjungan fantastis lebih dari 78 juta umat Islam. Masjidil Haram sendiri, sebagai masjid terbesar di dunia yang mengelilingi Ka’bah, menjadi pusat utama di mana jamaah melakukan ibadah Tawaf atau mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Ritual ini merupakan simbol persatuan umat dalam menyembah Allah, yang dilanjutkan dengan Sa'i, yakni lari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebagai napak tilas perjuangan Siti Hajar mencari air untuk Ismail.
Suasana di Masjidil Haram senantiasa diwarnai oleh ribuan jamaah yang bergerak secara melingkar dalam harmoni yang luar biasa di area Mataf. Tidak hanya Tawaf dan Sa'i, para jamaah juga memadati setiap sudut masjid untuk melaksanakan salat fardu, membaca Al-Qur'an, hingga meminum air Zamzam yang tersedia melimpah. Area Hijr Ismail, kawasan setengah lingkaran di sisi Ka’bah, juga menjadi titik primadona di mana jamaah berebut untuk masuk dan beribadah karena nilai keutamaannya yang dianggap setara dengan salat di dalam Ka'bah.
Sementara itu, di Madinah, Masjid Nabawi berdiri dengan keanggunan payung-payung raksasanya sebagai tempat peristirahatan terakhir Nabi Muhammad SAW. Masjid ini merupakan masjid kedua tersuci dalam Islam yang menawarkan ketenangan batin yang unik bagi setiap pengunjungnya. Selain menjadi pusat ibadah salat, daya tarik utama Masjid Nabawi adalah keberadaan makam Rasulullah yang selalu dipadati jamaah untuk menyampaikan salam dan penghormatan.
Di dalam kompleks Masjid Nabawi terdapat area khusus yang dikenal sebagai Rawdah Al-Sharifah, sebuah ruang antara rumah (makam) Nabi dan mimbar beliau yang ditandai dengan karpet berwarna hijau. Tempat ini sangat dicari oleh jamaah karena Rasulullah SAW menyebutnya sebagai salah satu taman dari taman-taman surga (Riyadhul Jannah), menjadikannya lokasi yang paling mustajab untuk berdoa dan memohon ampunan.
Lonjakan jamaah yang mencapai total 78.843.425 orang di kedua masjid tersebut sepanjang Januari 2026 ini menjadi bukti keberhasilan sistem operasional yang dirancang pemerintah Arab Saudi. Dari statistik tersebut, tercatat 14,8 juta jamaah menunaikan umrah, sementara 25 juta lainnya memadati Madinah, termasuk jutaan orang yang menyempatkan diri berziarah ke makam Rasulullah dan dua sahabat setianya, Abu Bakar Ash-Shiddiq serta Umar bin Khattab.

2 hours ago
4















































