Tembus Rp5,4 Triliun, Al Hilal Bongkar Rahasia Kekayaan yang Bikin Klub Eropa Gigit Jari

2 hours ago 2

Pesepak bola dari kesebelasan Al Hilal Malcom Filipe de Olevire merayakan kemenangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berdiri sebagai mercusuar sepak bola di tengah jazirah, Al Hilal bukan sekadar sebuah klub, melainkan identitas keagungan yang menyatukan gairah jutaan pasang mata di Arab Saudi.

Bak bulan sabit yang terus mendaki langit, kesebelasan berjuluk The Blue Waves ini telah bermutasi menjadi ombak biru yang tak terbendung, menggulung segala tantangan di lapangan hijau dengan keanggunan aristokrat dan mentalitas juara yang mendarah daging.

Kejayaan di lapangan hijau tersebut kini berbanding lurus dengan kekuatan finansial mereka yang luar biasa. Pada Selasa (20/1/2026), Al Hilal resmi merilis laporan tahunan musim 2024-2025 yang mencatatkan total pendapatan fantastis sebesar 1,27 miliar riyal atau setara dengan Rp5,46 triliun.

Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 17 persen dibandingkan musim sebelumnya, dengan laba bersih yang tumbuh menjadi Rp171,04 miliar. Efisiensi manajemen dan daya tarik komersial klub telah menjadikannya entitas olahraga yang paling sehat secara finansial di kawasan Teluk.

CEO Al Hilal Club Company, Steve Calzada, menyebut musim ini sebagai "tahapan kualitatif" dalam sejarah klub. Al Hilal kini telah meneguhkan posisinya sebagai kekuatan olahraga global, terutama setelah penampilan heroik mereka di Piala Dunia Antarklub di Amerika Serikat.

Dunia terperangah saat raksasa Saudi ini mampu menyingkirkan juara Eropa dalam sebuah laga yang akan dikenang abadi, sebelum akhirnya melaju ke perempat final untuk bertarung dengan klub-klub elit dunia. "Al Hilal telah menulis halaman abadi dalam catatan sepak bola internasional," tegas Calzada.

Keberhasilan ini tak lepas dari sokongan para "Anggota Emas" yang loyal, di mana Pangeran Al-Waleed bin Talal menjadi penyokong tunggal terbesar dengan sumbangan mencapai Rp966,27 miliar. Dukungan tanpa batas ini memungkinkan Al Hilal menguasai pasar komersial dengan pendapatan sponsor mencapai Rp2,29 triliun. Di kancah domestik, dominasi mereka tetap absolut; Al Hilal saat ini memimpin kasta tertinggi Liga Saudi dengan selisih 7 poin di atas pesaing beratnya seperti Al Nassr, Al Ahli, dan Al Taawon.

Masyarakat Arab mengagumi Al Hilal karena sejarahnya yang berkelindan dengan kehormatan. Didirikan pada tahun 1957 oleh Abdul Rahman bin Said, klub ini awalnya dinamai Olympic Club sebelum akhirnya Raja Saud bin Abdulaziz memerintahkan perubahan nama menjadi Al Hilal (Bulan Sabit). Sejak saat itu, klub ini tumbuh dengan filosofi kepemimpinan yang kuat, menjadikannya simbol kesuksesan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya di tanah Arab.

Read Entire Article
Politics | | | |