Sekolah rakyat (ilustrasi).
REPUBLIKA.CO.ID, BATAM — Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut tiga Sekolah Rakyat telah beroperasi di wilayah 3T Kepulauan Riau. Operasional ini menandai perluasan akses pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.
“Kepri tahun ini sudah ada tiga yang beroperasi. Untuk lainnya sedang proses,” kata Saifullah Yusuf di Batam, Selasa (20/1/2026).
Sekolah Rakyat tersebut berada di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kabupaten Natuna, dan Kota Tanjungpinang. Pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki minimal satu Sekolah Rakyat. “Untuk daerah 3T buktinya di Anambas ada, di Natuna ada,” kata Saifullah Yusuf.
Saifullah Yusuf menyebut program ini berjalan atas arahan Presiden Prabowo Subianto dan diterapkan di berbagai wilayah Indonesia. Sekolah Rakyat juga telah beroperasi di Maluku, Sulawesi Selatan, dan Papua. “Dari Sabang sampai Merauke Insya Allah ada,” ujarnya.
Kapasitas peserta didik di setiap Sekolah Rakyat menyesuaikan ketersediaan gedung dan sarana prasarana. Jumlah siswa berkisar antara 50 hingga 200 anak per sekolah.
Program ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu. Tenaga pendidik direkrut melalui seleksi bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Guru yang mengikuti seleksi merupakan lulusan Pendidikan Profesi Guru. “Yang bisa ikut seleksi adalah mereka yang telah mengikuti PPG,” kata Saifullah Yusuf.
Kementerian Sosial berkoordinasi dengan berbagai kementerian dan pemerintah daerah untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat. Koordinasi mencakup infrastruktur, transportasi, dan layanan pendukung.
“Ada Kementerian Perhubungan, Kementerian PU, gubernur, bupati, wali kota, semuanya terlibat dalam satu tim besar,” kata Saifullah Yusuf.
sumber : Antara

2 hours ago
6















































