loading...
Danantara berencana melakukan pengadaan 50 unit pesawat Boeing dengan nilai investasi fantastis mencapai USD13,5 miliar atau setara Rp227,91 triliun. Foto/Dok
JAKARTA - Danantara berencana melakukan pengadaan 50 unit pesawat komersial dari Amerika Serikat (AS) dengan nilai investasi fantastis mencapai USD13,5 miliar atau setara Rp227,91 triliun. Langkah besar ini merupakan implementasi langsung dari kesepakatan Agreement on Reciprocal Tariff (ART) yang baru saja ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump.
Rencana akuisisi ini menjadi salah satu pilar utama dalam dokumen strategis Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance yang diteken pada Jumat (20/2/2026). CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani mengonfirmasi bahwa rencana tersebut kini berada di bawah koordinasi instansinya. Fokus utama dari pengadaan dirgantara ini diarahkan pada pabrikan pesawat asal AS, Boeing .
“Ini memang menyangkut di Kementerian Investasi maupun Danantara, karena ada beberapa kesempatan di antaranya ada lock-up, pelancaran pembelian 50 pesawat Boeing yang nantinya kita akan bicarakan dengan Boeing,” ujar Rosan dalam konferensi pers virtual, Jumat (20/2/2026).
Baca Juga: Bukan Cuma-cuma, Impor Minyak hingga Beli Pesawat AS Jadi Syarat Trump Pangkas Tarif Indonesia 19%
Komitmen pengadaan pesawat ini juga telah dikonfirmasi oleh pihak Gedung Putih melalui dokumen resmi Fact Sheet: Trump Administration Finalizes Trade Deal With Indonesia. Dalam dokumen tersebut, total nilai kesepakatan komersial antara kedua negara mencapai USD33 miliar yang mencakup sektor pertanian, energi, dan dirgantara.
















































