REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT - Sebuah video seorang perempuan yang sedang sakit diusung warga menggunakan tandu darurat viral di media sosial. Peristiwa itu diketahui terjadi di Kampung Cipicung, RT 01/03, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Ahad (14/6/2026).
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah warga sedang mengusung perempuan itu menggunakan tandu ambulans yang diikat menggunakan tali tambang dan bambu. Pasien tersebut diketahui bernama Rina Fitri Yulianti (39).
"Betul kejadiannya kemarin pagi ada warga saya yang sakit terpaksa digotong (ditandu) sampai parkiran ambulans," kata Ketua RW 03 Setiawan saat dikonfirmasi, Senin (15/6/2026).
Ia pun menceritakan kronologis dan penyebab warganya harus ditandu menuju ambulans. Awalnya, kata Setiawan, pasien tersebut menjalanai operasi atas penyakit yang dideritanya sepekan lalu dan dijadwalkan kembali kontrol ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pekan ini. Namun karena darurat, pasien tersebut mendadak harus kembali di bawa ke RSHS Bandung lebih cepat.
"Harusnya Rabu besok kontrol, tapi katanya jahitannya kebuka lagi jadi kemarin pagi itu dibawa lagi ke rumah sakit," ucap Setiawan.
Namun karena pemukimannya tidak bisa diakses mobil termasuk ambulans, akhirnya warga menandu perempuan tersebut menggunakan tandu ambulans diikat tali tambang dan bambu menyusuri jalan setapak dan samping rel kereta api. Warga bergotong-royong membawa pasien itu menuju ambulans yang terpakir di dekat Stasiun Sasaksaat.
"Jadi ditandu itu karena memang ke sini enggak bisa diakses ambulans. Ditandunya itu sekitar 500 meter lebih menuju ambulans," ujar dia.
Setiawan melanjutkan, peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi di wilayahnya dikarenakan keterbatasan akses jalan. Pasien-pasein darurat yang memang tidak bisa dibawa menggunakan sepeda motor terpaksa harus dibawa menggunakan tandu seperti dalam video yang viral di media sosial.
"Jadi ini bukan kejadian pertama, sebelumnya juga udah sering. Apalagi kalau yang mau melahirkan kan ambulans enggak sampai sini, jadi digotong," kata Setiawan.
Warga sudah berulang kali mengajukan pembukaan akses agar mobil bisa masuk ke dekat pemukiman. Namun hingga kini urung terealisasi. "Sudah diajukan supaya mobil bisa masuk, tapi belum sampai sekarang. Mudah-mudahan ke depannya ada solusi," ujar dia.

4 hours ago
8
















































