Wapres Sambangi Pesantren Cipasung

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID,TASIKMALAYA — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Selasa (20/1/2026). Kunjungan tersebut menjadi rangkaian silaturahim yang bukan hanya berfokus pada penguatan literasi teknologi bagi santri, tetapi juga menegaskan relasi pesantren, ulama, dan negara yang dibangun di atas adab serta penghormatan.

Sejak tiba di halaman depan pesantren, Wapres Gibran disambut pimpinan dan para sepuh Cipasung, di antaranya KH Ubed Ubaidillah dan KH Acep Adang. Tanpa berlama-lama, ia langsung menuju rumah kediaman almarhum sesepuh Pesantren Cipasung, Abah KH Koko Komarudin Ruhiyat, sebagai bentuk tabarukan, takziyah, sekaligus napak tilas.

Menurut KH Deni Sagara, Khodimul Majelis Dzikir Ponpes Cipasung, langkah pertama itu mencerminkan penghormatan mendalam Wapres kepada ulama.“Mas Wapres langsung ke kediaman Abah sesepuh. Di dalam rumah, beliau diterima oleh seluruh keluarga besar Cipasung dengan penuh kehangatan dan suasana kekeluargaan,” ujar pria yang akrab disapa Gus Deni ini.

Di kediaman tersebut, Gibran juga memasuki ruang khusus yang memiliki nilai sejarah tersendiri. Ruangan itu merupakan tempat Prabowo Subianto pernah menuliskan pesan amanat dari almarhum Abah KH Koko Komarudin Ruhiyat, salah satu pengasuh Ponpes Cipasung sekaligus orangtua Gus Deni, yang kala itu menekankan agar negara memberi perhatian lebih kepada pesantren.

Bagi keluarga besar Cipasung, momen tersebut menjadi pengikat sejarah: jejak silaturahmi Presiden ke-7 Joko Widodo, napak tilas Presiden Prabowo Subianto, dan kini dilanjutkan oleh Wapres Gibran yang merupakan putra Joko Widodo.

Usai dari kediaman sesepuh, Wapres Gibran melanjutkan agenda menuju Gedung Pusat Media dan Teknologi Pesantren Cipasung. Di sana, ia meninjau langsung pelatihan AI dan robotik yang tengah diikuti ratusan santri.

Dengan telaten, Gibran berdialog, menyapa, dan menyaksikan presentasi karya santri. Ia mengaku takjub karena dalam waktu singkat para santri sudah mampu menampilkan hasil inovasi berbasis kecerdasan buatan dan robotik.“Beliau berpesan bahwa pesantren adalah pusat ilmu dan akhlak, tetapi santri juga harus siap beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi,”kata Gus Deni.

Read Entire Article
Politics | | | |