Yogyakarta Kebut Sistem Parkir Modern Bisa Bayar Pakai Qris, tak Perlu Takut Jukir Liar

3 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -  Upaya modernisasi sistem perparkiran di Kota Yogyakarta terus dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) setempat. Berbagai langkah dijalankan secara masif untuk menciptakan pengelolaan parkir yang lebih tertib, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk penerapan pembayaran non-tunai menggunakan QRIS.

Kepala Bidang Perparkiran Dishub Kota Yogyakarta, Imanudin Azis menyampaikan modernisasi ini mencakup evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan parkir, khususnya di kawasan Tepi Jalan Umum (TJU) dan Tempat Khusus Parkir (TKP). Hingga kini, pihaknya mencatat 732 juru parkir (jukir) resmi berizin yang bertugas di area TJU, serta empat lokasi TKP yang berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota Yogyakarta.

Penerapan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS tersebut ditargetkan mencapai 100 persen pada 2026. Dishub juga memperkuat aspek pembinaan dan pengawasan (Wasbin) terhadap jukir resmi. Dalam pelaksanaannya, petugas masih menemui kendala di lapangan, di antaranya kesulitan bertemu langsung dengan jukir utama karena operasional parkir kerap diwakilkan kepada anggota.

"Jika petugas tidak bertemu langsung di lapangan, kami akan proaktif melakukan kunjungan langsung ke rumah jukir yang terdaftar untuk menagih kewajiban mereka," kata Azis, Senin (19/1/2026).

Selain itu, penerapan sistem pembayaran QRIS di kawasan Tepi Jalan Umum juga masih menghadapi sejumlah kendala. Rendahnya nominal transaksi parkir, yang berkisar antara Rp1.000 hingga Rp2.000, membuat sebagian besar pengguna jasa masih memilih pembayaran tunai karena dinilai lebih praktis dibandingkan harus membuka aplikasi perbankan digital.

Kondisi tersebut berbeda dengan penerapan QRIS di Tempat Khusus Parkir, khususnya area parkir bus. Di lokasi ini, transaksi non-tunai justru mendapat respons positif karena nilai parkir yang relatif besar, berkisar antara Rp50.000 hingga Rp100.000, sehingga dinilai lebih efisien dan memudahkan proses pembayaran. 

Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan, Dishub Kota Yogyakarta juga menggelar program seleksi Juru Parkir Teladan. Program ini bertujuan memberikan apresiasi sekaligus memotivasi para jukir agar lebih disiplin, ramah kepada pengguna jasa, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Dishub Kota Yogyakarta juga optimistis modernisasi sektor perparkiran dapat menciptakan layanan yang lebih transparan, akuntabel, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.

"Program ini bertujuan untuk memberikan apresiasi sekaligus memotivasi para jukir agar lebih disiplin, ramah, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi," ujarnya.

Read Entire Article
Politics | | | |