11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang Berdarah-darah hingga 781 Tahun

3 hours ago 3

loading...

Reconquista merupakan perang panjang pasukan Spanyol dan Portugis melawan penguasa Muslim di Semenanjung Iberia selama 781 tahun. Foto/World Atlas.

LONDON - Konflik dan perang telah menjadi fakta brutal kehidupan dalam sejarah manusia. Sepanjang zaman, dunia telah menyaksikan pertempuran antar bangsa yang telah mengubah jalannya sejarah dan konflik berkepanjangan yang terus berlanjut lama setelah para kombatannya meninggal dunia.

Melansir World Atlas, beberapa perang dan konflik terpanjang dalam sejarah yang tercatat, yang warisannya masih bergema dari waktu ke waktu. Untuk memahami ketegangan kontemporer, seseorang harus mengeksplorasi siapa yang memulai konflik historis ini, mengapa konflik tersebut dimulai, dampaknya, dan mungkin yang paling penting, kapan perjuangan berabad-abad ini akhirnya berakhir. Bagaimanapun, generasi mendatang tidak dapat memadamkan potensi kekerasan umat manusia tanpa pendidikan diri yang disengaja.

11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang Berdarah-darah hingga 781 Tahun

1. Reconquista (781 Tahun)

Berlangsung selama 781 tahun yang luar biasa, Reconquista adalah perang panjang dan berat yang dilakukan oleh pasukan Spanyol dan Portugis melawan penguasa Muslim di Semenanjung Iberia. Konflik dimulai sekitar tahun 711 M ketika pasukan Islam-Berber menyeberangi Selat Gibraltar.

Penyerbu ini memasuki Spanyol dan Portugal, dan pada tahun 718 M, bangsa Moor menguasai sebagian besar Semenanjung Iberia. Kerajaan-kerajaan Kristen jatuh ke tangan kehebatan Kekhalifahan Cordoba hingga kekhalifahan tersebut runtuh pada abad ke-11. Setelah itu, kerajaan-kerajaan Kristen perlahan bangkit kembali dan tumbuh mendominasi semenanjung tersebut.

Meskipun terjadi serangkaian kekalahan dan kemenangan di kedua belah pihak sepanjang abad-abad ini, akhirnya, pada tahun 1492 M, Granada di Andalusia selatan saat ini akhirnya jatuh ke tangan Ferdinand II dan Isabella I. Kekalahan itu menandai berakhirnya salah satu perang terpanjang yang tercatat dan mengantarkan era baru Kekristenan Katolik bagi Iberia saat memasuki Renaisans.


2. Perang Romawi-Jermanik (708 Tahun)

Perang Romawi-Jermanik adalah serangkaian konflik yang berlangsung selama 708 tahun, dari 113 SM hingga 596 M. Bentrokan antara dua peradaban ini mengakibatkan perpindahan Kekaisaran Romawi dan wilayah leluhur Jermanik dari abad ke-2 SM hingga abad ke-10 M.

Meskipun terdapat banyak pertempuran dan aliansi selama berabad-abad ini, peristiwa penting adalah kekalahan Romulus Augustus dari Odoacer pada tahun 476, yang menandai berakhirnya Kekaisaran Romawi Barat secara resmi. Selama 120 tahun berikutnya, penguasa Frank dan Visigoth terus memecah Kekaisaran Romawi sambil terlibat dengan jenderal-jenderal Bizantium dari Romawi Timur.

Perang Bizantium-Lombard tumpang tindih dengan Perang Romawi-Jermanik, dan pada saat inilah Romawi Barat berhenti eksis, sehingga mengakhiri konflik 708 tahun tersebut. Kesimpulannya, Perang Romawi-Jermanik berlangsung dalam jangka waktu yang belum pernah terjadi sebelumnya dan berdampak pada wilayah-wilayah Eropa.

Read Entire Article
Politics | | | |