Kemandirian Industri Pertahanan Demi Wujudkan Kedaulatan dan Keamanan Nasional

2 hours ago 2

loading...

Kemandirian industri pertahanan memiliki arti strategis bagi kedaulatan dan keamanan nasional Indonesia. Foto/istimewa

JAKARTA - Kemandirian industri pertahanan memiliki arti strategis bagi kedaulatan dan keamanan nasional Indonesia. Dengan mampu memproduksi sendiri alat utama sistem senjata (alutsista) dan komponen pendukung, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor persenjataan asing.

Direktur Teknik PT Nanggala Kencana Rekatama Indonesia (NKRI) Zaenal mengatakan hal ini penting untuk memastikan supply chain pertahanan yang stabil di tengah dinamika geopolitik dan potensi embargo. Zaenal menjelaskan, pengalaman masa lalu menunjukkan risiko ketergantungan asing.

Indonesia pernah mengalami embargo senjata dari Amerika Serikat pada 1995-2005, yang memaksa pemerintah mencari suku cadang dan persenjataan melalui jalur alternatif. “Kemandirian industri pertahanan karenanya menjadi prasyarat sistem pertahanan yang kuat dan maju. Keuntungan lainnya adalah dampak positif bagi perekonomian dan penguasaan teknologi dalam negeri,” ujar Zaenal melalui keterangannya, Rabu (21/1/2026).

Kemandirian Industri Pertahanan Demi Wujudkan Kedaulatan dan Keamanan Nasional

Baca juga: Indonesia Didorong Aktif dalam Diplomasi Pencegahan Perang Dunia III

Zaenal menyebutkan, Presiden Prabowo Subianto saat menjadi Menteri Pertahanan (Menhan) pernah menyampaikan bahwa kemandirian industri pertahanan juga diharapkan dapat mewujudkan pergeseran pemahaman dari belanja pertahanan menjadi investasi pertahan. “Artinya, anggaran pertahanan yang dialokasikan untuk produk dalam negeri akan berputar kembali di ekonomi nasional dan mendorong inovasi teknologi lokal, alih-alih sekadar dibelanjakan ke luar negeri,” ujar Zaenal.

Selain itu, kemampuan mandiri di sektor pertahanan menciptakan deterrent effect bagi pihak luar. Suatu negara dengan industri pertahanan yang maju dinilai lebih tangguh karena dapat memasok kebutuhan militernya sendiri tanpa khawatir aksesnya ditutup oleh negara lain.

“Hal ini meningkatkan posisi tawar Indonesia secara diplomatis. Pemerintah Indonesia telah menempatkan kemandirian pertahanan sebagai visi strategis jangka panjang,” ucapnya.

Read Entire Article
Politics | | | |