Arsenal Vs Inter, Panggung Pembuktian The Gunners dan Kesempatan Kunci Tiket Langsung ke 16 Besar

9 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Arsenal kembali ke Stadion Giuseppe Meazza, Milan. Stadion bersejarah itu masih menyimpan luka lama. Satu-satunya kekalahan The Gunners pada fase awal penyisihan Liga Champions musim lalu terjadi di sana.

Kini, Arsenal datang dengan kondisi berbeda. Status sebagai pemuncak klasemen Liga Champions dan juga Liga Inggris membawa keyakinan dan ambisi besar. Duel melawan Inter Milan pada Rabu (21/1/2026) dini hari WIB menjadi ujian sekaligus panggung pembuktian bahwa Arsenal benar-benar telah naik kelas di pentas tertinggi Eropa.

Kekalahan 0-1 lewat penalti pada pertemuan musim lalu menjadi pengingat betapa tipisnya jarak antara kegagalan dan kejayaan. Namun waktu telah berjalan. Arsenal datang ke Milan dengan rekor sempurna dan status sebagai satu-satunya tim tak terkalahkan di Liga Champions musim ini. The Gunners membawa tekad revans, memburu tiket lolos langsung ke 16 besar, dan menegaskan diri sebagai kekuatan baru yang patut diperhitungkan.

Pelatih Arsenal Mikel Arteta tak menampik bahwa atmosfer duel ini mengingatkannya pada pertemuan musim lalu. Namun, ia menegaskan, timnya telah berkembang jauh.

“Konteksnya sangat mirip dengan tahun lalu, tetapi posisi kedua tim sekarang sedikit berbeda. Inter juga punya pelatih baru dengan identitas dan pendekatan yang berbeda,” ujar Arteta dalam konferensi pers, Senin (19/1/2026).

Inter bukan lawan sembarangan. Nerazzurri adalah runner-up Liga Champions dan Serie A musim lalu. Di bawah komando pelatih anyar Cristian Chivu, Inter bahkan tengah memimpin klasemen Liga Italia. Sementara itu, Arsenal datang ke Milan dengan kepercayaan diri tinggi setelah tiga musim terakhir konsisten finis sebagai runner-up Liga Primer Inggris dan kini kembali memuncaki klasemen domestik.

Arteta mengingatkan, kekalahan di Milan musim lalu sejatinya terjadi dengan margin yang sangat tipis. “Jika menonton ulang pertandingan itu, kami tampil sangat kuat dan hanya kalah melalui penalti. Besok kami harus menunjukkan bahwa kami sudah lebih baik,” kata dia.

Kepercayaan diri Arsenal kian menguat berkat catatan 11 laga tanpa kekalahan di semua kompetisi. Bagi Arteta, momentum tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas emosi dan mental pemain. “Performa dan hasil sangat memengaruhi kondisi emosional tim. Target kami datang ke sini adalah untuk menang,” ujarnya.

Meski fokus tertuju ke Liga Champions, Arteta memastikan timnya tak kehilangan kewaspadaan terhadap jadwal padat yang menanti. Akhir pekan nanti, Arsenal akan menjamu Manchester United yang tengah bangkit setelah menumbangkan Manchester City 2-0 pada laga debut pelatih interim Michael Carrick.

“Kami selalu menanamkan bahwa pertandingan berikutnya adalah yang paling penting. Itu standar yang kami tetapkan sebagai tim dan sebagai klub,” kata Arteta.

Secara matematis, hasil imbang sudah cukup mengantar Arsenal ke babak 16 besar. Namun kemenangan akan memberi lebih dari sekadar kelolosan. Tiga poin di San Siro memastikan Arsenal finis di dua besar klasemen fase liga dan meraih keuntungan bermain di kandang pada leg kedua hingga semifinal jika terus melaju.

“Itu sangat penting. Kami tahu apa yang dipertaruhkan. Jika kami menang, kami tahu apa yang akan kami dapatkan,” ujar Arteta.

Di sisi lain, Inter juga membawa ambisi besar. Nerazzurri kini menempati posisi keenam klasemen Liga Champions dengan 12 poin. Dua kekalahan beruntun membuat laga melawan Arsenal menjadi kesempatan emas bagi Inter untuk kembali ke jalur kemenangan, sekaligus menguji sejauh mana kematangan Arsenal di panggung tertinggi Eropa.

sumber : Reuters

Read Entire Article
Politics | | | |