REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat telah mencapai lebih dari 30 ribu hektare sepanjang Januari hingga Juli 2026. Pemerintah mendorong pembangunan sekat kanal di kawasan gambut untuk menjaga ketersediaan air dan membantu penanganan kebakaran yang sulit dipadamkan hingga lapisan bawah lahan.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono mengatakan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta. Ia meminta perusahaan turut membantu pembangunan sekat kanal, terutama di wilayah yang masih terdapat titik api.
“Untuk pihak swasta, kami mohon untuk membantu kerja sama dalam membuat sekat kanal, ini yang paling efektif, saya prioritaskan diselesaikan di titik yang masih ada api,” kata Diaz dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (24/8/2026).
Diaz mengatakan penanganan karhutla tidak dapat mengandalkan satu metode. Selain pemadaman, pemerintah melakukan pencegahan melalui larangan pembukaan lahan dengan cara membakar, pembinaan Masyarakat Peduli Api, serta penguatan unit pengendalian kebakaran dan pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove.
Saat meninjau lokasi kebakaran lahan gambut di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu (23/8/2026), Diaz juga mengumpulkan sejumlah perusahaan swasta untuk membahas pemadaman dan pencegahan karhutla.
Menurut Diaz, sekat kanal dibutuhkan karena kebakaran pada lahan gambut dapat menjalar hingga lapisan yang lebih dalam. Kondisi tersebut membuat pemadaman dengan penyiraman membutuhkan pasokan air yang konsisten.
“Jadi kalau gambut sudah terbakar, saya melihat Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, Polisi, mereka menyiram susah sekali, apinya di bawah sekali, jadi harus dengan sekat kanal, jadi saya minta tolong dan saya apresiasi atas kerja samanya,” ucap Diaz.
Dalam kunjungan tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup menyalurkan lima unit peralatan pemadaman kebakaran dan 10 boks masker kepada masyarakat terdampak di Desa Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya. PT Antam Tbk juga memberikan satu paket sumur bor dan lima boks masker medis.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), luas karhutla di Kalimantan Barat telah mencapai lebih dari 30 ribu hektare sejak Januari hingga Juli 2026. Kebakaran tersebut juga berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah akibat kabut asap.
sumber : Antara

9 hours ago
10

















































