Ayah Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Ingin Anaknya Cepat Ditemukan

1 day ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kabar hilangnya Pesawat ATR 42-500 di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2025) sama sekali tak disangka menjadi berita buruk bagi Mukhsin (80 tahun). Pasalnya, anaknya yang bernama Deden Maulana (43) berada di pesawat itu.

Rasa lelah masih nampak jelas di raut wajah Mukhsin pada Senin (19/1/2025). Mengingat, belum ada kabar mengenai anaknya yang ikut terbang dalam pesawat yang puing-puingnya telah ditemukan itu. 

"Sampai saat ini keluarga kami juga masih berharap atau menunggu kabar yang benar," kata Mukhsin di kediamannya, Jalan Mesir II, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin siang.

Menurut dia, keluarga masih terus menanti kepastian dari para petugas yang kini masih melakukan pencarian. Bahkan, anak dan menantunya yang lain sudah berangkat ke Makassar untuk melakukan proses identifikasi pada Ahad (18/1/2026) malam. Namun, hingga kini kabar baik masih belum diterimanya. 

Ia mengaku sudah mendapatkan kabar mengenai adanya satu jenazah yang ditemukan oleh tim di lapangan. Namun, jenazah itu belum bisa dipastikan identitasnya. Pasalnya, menurut tim di lapangan, diperlukan identifikasi dari keluarga sedarah dari korban.

"Kan adiknya itu perempuan, adiknya Deden sama suaminya (berangkat ke Makassar)," kata Mukhsin.

Menurut dia, anaknya itu juga sudah mengabarkan kembali untuk meminta sejumlah data yang diperlukan. Beberapa data yang diminta adalah ijazah, KK, dan tanda-tanda di badan, dan baju yang dipakai.

"Foto yang lagi tersenyum katanya, yang kelihatan gigi. Itu aja yang dimintanya," ujar Mukhsin.

Sebagai orang tua Deden, Mukhsin mengaku sama sekali tak merasakan tanda-tanda saat peristiwa itu terjadi. Ketika terakhir bertemu anaknya pada Desember 2024, ia juga tidak memberikan kabar apapun.

"Enggak ada, enggak ada apa-apa. Jadi waktu kejadian juga enggak ada tanda-tanda apa-apa, enggak bilang apa-apa," kata dia.

Ia tak tahu harus mengharapkan apa dari peristiwa itu. Yang pasti, ia ingin anaknya cepat ditemukan. 

"Ya harapan kami sekeluarga itu semoga cepat diketemukan dan mendapatkan berita yang menggembirakan," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan menyatakan pesawat jenis ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT milik Indonesia Air Transport (IAT) yang dilaporkan hilang kontak di daerah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, saat ini dalam tahap pencarian.

"Target pencarian di pegunungan kapur Bantimurung, desa Leang-leang, Kabupaten Maros, dan menjadi Posko Basarnas di dekat lokasi," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (17/1/2026).

Sementara itu, General Manager Bandara Adisutjipto, Wibowo Cahyono Soekadi, membantah total kru pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang dilaporkan hilang kontak saat melintas di wilayah Leang-Leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu berjumlah delapan orang seperti informasi yang sempat beredar. Ia menjelaskan pesawat yang berangkat dari Bandara Adisutjipto (JOG) menuju Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar membawa total 10 orang, dengan rincian 7 orang merupakan kru, sementara jumlah penumpang tercatat 3 orang.

"(Bukan). Total (penumpang ada 10 -Red), kru ada 7, kemudian pax atau penumpang ada 3 (orang)," ujarnya saat dijumpai di Bandara Adisutjipto, Sabtu (17/1/2026).

Read Entire Article
Politics | | | |