Bazar Durian Nglanggeran, Hadirkan Durian Lokal dengan Ciri Khas Tersendiri

16 hours ago 5

Image Jogja Terkini

Kuliner | 2025-04-05 15:06:38

Q

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih saat meninjau Bazar Durian Nglanggeran - (Foto: Instagram @pemkabgunungkidul)

GUNUNGKIDUL, REPUBLIKA NETWORK – Bazar Durian Nglanggeran resmi dibuka oleh Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih pada hari Kamis, 3 April 2025.

Bazar Durian Nglanggeran ini diselenggarakan oleh Kelompok Tani Kencono Mukti yang bertempat di area parkir Embung Nglanggeran, Gunungkidul, DIY dan berlangsung dari tanggal 3-5 April 2025.

Ketua Panitia Bazar Durian Nglanggeran, Hendri mengatakan, pihaknya menyediakan 1.500 buah durian lokal dan 3 kwintal durian Musangking pada acara tersebut.

"Bazar ini memberikan kesempatan bagi pecinta durian untuk menikmati cita rasa khas dari wilayah ini," ujarnya disela acara.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih dalam sambutannya menyampaikan, Nglanggeran yang telah dikenal sebagai Desa Wisata tingkat dunia, kini semakin memperkuat posisinya sebagai penghasil durian berkualitas super.

"Durian di Nglanggeran ini memiliki keunikan tersendiri. Kualitas tanah yang baik, pemberian pupuk yang tepat, serta curah hujan yang sesuai menjadikan durian di Nglanggeran memiliki rasa dan tekstur khas," terang Endah.

"Kami berharap bazar ini menjadi agenda tahunan yang semakin berkembang untuk memperkenalkan potensi yang ada," imbuhnya.

Endah berharap, kegiatan ini dapat diselenggarakan setiap lebaran, sehingga bisa menarik wisatawan.

Ia juga menekankan bahwa durian lokal Langgeran memiliki potensi besar jika dikembangkan dengan strategi yang tepat.

Oleh karena itu, kolaborasi berbagai pihak, termasuk kelompok petani, pemerintah daerah, dan pelaku industri, diperlukan untuk memperkenalkan keunggulan durian lokal ini ke pasar nasional.

Paniradyapati Keistimewaan DIY, Aris Eko Nugroho dalam sambutannya mengungkapkan, keterkaitannya secara personal dengan Nglanggeran sejak masa awal pembangunan Embung Nglanggeran.

"Bersama tim, kami mulai belajar membangun embung ke salah satu tempat di Ungaran untuk mengembangkan beberapa lokasi sebagai pilot project di DIY. Di Gunungkidul sendiri, terdapat tiga lokasi yang menjadi bagian dari proyek ini, yaitu Langgeran, Sriten, dan Tambakromo" ujarnya

"Tantangan terbesar adalah bagaimana membangun embung di daerah pegunungan, dimana air sangat dibutuhkan" tambahnya

Peristiwa ini bermula sekitar tahun 2010-2011 dan menjadi bagian dari awal kunjungan Gubernur DIY yang memberikan perhatian khusus kepada masyarakat Gunungkidul.

"Sejak saat itu, saya selalu mengingatkan bahwa keberadaan embung ini sangat berharga, terlebih di belakang sana ada tanaman yang ditanam langsung oleh Ngarso Dalem. Harapan kami, tanaman tersebut dapat dirawat dengan baik, karena keberadaannya menjadi simbol perhatian beliau terhadap tanaman buah di Langgeran" ujarnya

Paniradyapati juga menegaskan pentingnya branding durian lokal Gunungkidul.

Paniradyapati juga menegaskan pentingnya branding durian lokal Gunungkidul.

“Jika hanya disebut sebagai ‘durian lokal,’ maka kualitasnya bisa tidak terjaga dengan baik. Dengan identitas yang jelas, dari segi nama, tekstur, warna, hingga karakteristiknya, kita dapat meningkatkan nilai jual dan daya saing durian ini,” tambahnya.

Sebagai bagian dari strategi pemasaran, ia mendorong agar bazar ini dikembangkan menjadi event tahunan yang tidak hanya sekadar pasar durian, tetapi juga mencakup berbagai kegiatan pendukung seperti kompetisi, edukasi, dan festival budaya.

"Kita perlu merancang event ini dengan matang dan melibatkan berbagai pihak, termasuk Pemda DIY, Pemkab Gunungkidul, serta pelaku industri dan komunitas lokal,” jelasnya.

Dengan adanya Bazar Durian Langgeran ini, diharapkan durian lokal Gunungkidul semakin dikenal luas dan menjadi produk unggulan yang diminati di seluruh Indonesia. (*)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
Politics | | | |