BGN Libatkan Guru dan Mahasiswa Berikan Edukasi Gizi di Sekolah Penerima MBG

7 hours ago 7

Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pendidikan gizi akan diperkuat di sekolah-sekolah penerima program Makan Bergizi Gratis melalui pelibatan guru dan mahasiswa KKN. Penambahan jam pelajaran gizi ditujukan untuk meningkatkan pemahaman siswa agar konsumsi makanan lebih optimal dan berkelanjutan.

Wakil Ketua Badan Gizi Nasional Nanik Sudaryati Deyang mengatakan guru akan berperan aktif dalam pembelajaran ilmu gizi di sekolah. “Saya kemarin sudah bertemu dengan Dirjen PAUD dan Dikdasmen. Saya meminta agar di sekolah-sekolah nanti ada jam pelajaran gizi,” kata Nanik, Ahad (11/1).

Menurut Nanik, pemahaman gizi yang baik akan mendorong kesadaran siswa terhadap pentingnya asupan seimbang. Nanik berharap peningkatan literasi gizi membuat siswa terbiasa mengonsumsi sayur, lauk, buah, dan susu sehingga sisa makanan dapat ditekan.

Kesadaran ini dinilai penting agar manfaat program MBG tidak berhenti pada distribusi makanan. Upaya ini sekaligus untuk membentuk perilaku makan sehat sejak dini.

Penjelasan tersebut disampaikan Nanik saat menguraikan Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2025 tentang pembentukan Tim Koordinasi Pelaksanaan Program MBG. Tim yang melibatkan 17 kementerian dan lembaga ini diketuai Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, dengan Nanik sebagai Ketua Pelaksana Harian.

“Jadi, berdasarkan Keppres 18 tahun 2025, BGN tidak lagi bekerja sendiri dalam mengelola program MBG,” ujarnya.

Dengan skema baru tersebut, pendidikan gizi tidak hanya dilakukan secara berkala oleh Kepala SPPG. Guru akan dilibatkan langsung dan mendapat peran utama dalam penyampaian materi gizi di sekolah penerima manfaat.

Langkah ini diharapkan memperluas jangkauan edukasi gizi secara sistematis.

Selain itu, BGN menjajaki kolaborasi riset dengan perguruan tinggi. Nanik mengatakan dirinya telah bertemu Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie untuk membahas kerja sama penelitian terkait pelaksanaan MBG. Riset akan melibatkan pakar pangan, gizi, dan kesehatan masyarakat.

BGN juga akan melibatkan mahasiswa yang menjalani Kuliah Kerja Nyata sebagai penyuluh gizi di desa lokasi KKN. Pendekatan ini diharapkan memperluas edukasi gizi hingga ke tingkat keluarga dan komunitas.

Pelibatan guru dan mahasiswa dinilai menjadi kunci penguatan dampak program MBG secara berkelanjutan.

Read Entire Article
Politics | | | |