Blak-blakan ke Media Inggris, Wamenlu Iran: Perang Berikutnya akan Traumatis

2 hours ago 3

Rudal balistik jarak pendek Fath-360.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, dengan tegas memperingatkan terhadap kemungkinan perang lain yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap Iran.

Dalam wawancara dengan BBC di Tehran, dikutip Ahad (15/2/2026) Majid Takht-Ravanchi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, mengatakan bola ada di tangan Amerika untuk membuktikan bahwa mereka ingin mencapai kesepakatan. "Jika mereka tulus, saya yakin kita akan berada di jalan menuju kesepakatan."

Amerika Serikat dan Iran mengadakan pembicaraan tidak langsung di Oman pada awal Februari, dan Takht-Ravanchi, yang mengonfirmasi putaran kedua akan digelar di Jenewa pada Selasa, mengatakan pembicaraan tersebut lebih kurang berjalan ke arah positif, tetapi masih terlalu dini untuk menilai. Trump juga menggambarkan pembicaraan tersebut sebagai positif.

Wakil Menteri Luar Negeri menunjuk tawaran Tehran untuk melemahkan uranium yang diperkaya 60 persen sebagai bukti kesediaannya untuk berkompromi.

"Kami siap membahas hal ini dan isu-isu lain terkait program kami jika mereka siap membahas sanksi," kata Takht-Ravanchi kepada BBC.

Mengenai apakah Iran akan setuju untuk mengirimkan cadangan uranium yang diperkaya keluar dari Iran, Takht-Ravanchi mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apa yang akan terjadi dalam proses negosiasi.

Takht-Ravanchi menambahkan masalah pengayaan nol persen tidak lagi menjadi masalah dan bagi Iran, hal itu tidak lagi dibahas di meja perundingan.

Negosiator Iran juga kembali menegaskan penolakan Tehran untuk membahas program rudal balistiknya dengan negosiator Amerika.

"Ketika kami diserang oleh Israel dan Amerika Serikat, rudal-rudal kami datang untuk menyelamatkan kami, jadi bagaimana kami bisa menerima untuk melucuti kemampuan pertahanan kami?" tegas Takht-Ravanchi.

Diplomat senior yang memainkan peran kunci dalam pembicaraan saat ini, seperti yang dia lakukan dalam negosiasi lebih dari satu dekade lalu, juga mengekspresikan kekhawatiran tentang pesan-pesan yang bertentangan dari presiden Amerika.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |