Bom Bunuh Diri Ledakkan Kereta Pengangkut Militer: 24 Tewas, Pakistan Tetapkan Status Darurat

10 hours ago 11

Warga Pakistan menunjukkan dampak ledakan yang menewaskan 24 orang dan melukai puluhan orang lainnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sedikitnya 24 orang tewas dan lebih dari 50 lainnya terluka dalam serangan bom mobil bunuh diri yang menargetkan kereta api pengangkut tentara di Quetta, ibu kota Provinsi Balochistan, Pakistan, Ahad waktu setempat.

Ledakan besar itu menghantam jalur kereta api hingga menyebabkan sejumlah gerbong keluar dari rel, terbalik, dan terbakar. Insiden tersebut juga dilaporkan diikuti baku tembak di sekitar lokasi kejadian.

Kelompok separatis Balochistan Liberation Army mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Al Jazeera melaporkan langsung dari lokasi mengatakan sejumlah rumah dan bangunan di sekitar rel mengalami kerusakan parah akibat ledakan. Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan gerbong kereta dan kendaraan hangus terbakar dalam posisi miring, sementara asap hitam pekat membumbung tinggi ke udara.

Menurut laporan media lokal, pemerintah setempat langsung menetapkan status darurat di rumah sakit umum Quetta. Para dokter dan tenaga medis diminta tetap bersiaga untuk menangani banyaknya korban luka.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam keras serangan tersebut.

“Tindakan terorisme pengecut seperti itu tidak akan melemahkan tekad rakyat Pakistan. Kami tetap teguh dalam komitmen memberantas terorisme dalam segala bentuknya,” kata Sharif dalam pernyataannya di platform X.

Serangan di Balochistan dalam beberapa bulan terakhir memang dilaporkan meningkat. Kelompok separatis di wilayah tersebut kerap menargetkan aparat keamanan maupun proyek-proyek strategis yang terkait dengan Tiongkok.

Kelompok bersenjata di Balochistan menentang proyek infrastruktur besar Beijing di kawasan itu, termasuk proyek Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC) yang menghubungkan wilayah Xinjiang di China dengan Pelabuhan Gwadar di Pakistan.

Wilayah Balochistan selama bertahun-tahun menjadi pusat konflik separatis dan kekerasan bersenjata. Pemerintah Pakistan menuduh kelompok separatis berupaya mengganggu stabilitas nasional dan proyek ekonomi strategis di kawasan tersebut.

Read Entire Article
Politics | | | |