Bukan 40, tapi 35: Studi Setengah Abad Ungkap Awal Penurunan Fisik Manusia

2 hours ago 2

Warga berolahraga angkat beban di Health & Strength League (HS) Fitness, Jalan Pagarsih, Bojongloa Kaler, Kota Bandung, Kamis (26/1/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak yang menyebut usia 40 tahun adalah titik puncak kematangan seseorang. Hanya saja studi panjang di Swedia mengungkap hal sebaliknya.

Studi selama 47 tahun menyebut kebugaran fisik dan kekuatan otot manusia mulai menurun sejak usia 35 tahun. Namun, memulai olahraga di usia dewasa tetap memberikan dampak positif yang signifikan bagi kemampuan fisik.

Penelitian tersebut merupakan bagian dari Swedish Physical Activity and Fitness Study (SPAF) yang dipimpin para peneliti dari Karolinska Institutet, Swedia. Studi ini mengikuti ratusan pria dan perempuan berusia 16 hingga 63 tahun yang dipantau secara berkala selama hampir lima dekade.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Journal of Cachexia, Sarcopenia and Muscle menunjukkan bahwa penurunan kebugaran kardiorespirasi dan kekuatan otot mulai terjadi setelah usia 35 tahun, terlepas dari tingkat aktivitas fisik seseorang di usia muda.

Penulis utama studi, Maria Westerståhl, menyebut temuan tersebut menegaskan bahwa proses penuaan fisik tidak bisa dihindari, namun masih dapat diperlambat.

“Penurunan kebugaran memang terjadi seiring bertambahnya usia, tetapi hasil kami menunjukkan bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk mulai aktif secara fisik,” ujar Westerståhl, dikutip dari ScienceDaily, Selasa (20/1/2026).

Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa individu yang mulai berolahraga di usia dewasa mengalami peningkatan kapasitas fisik sekitar 5–10 persen dibandingkan saat mereka tidak aktif secara fisik.

Menurut Westerståhl, penelitian lanjutan masih terus dilakukan, termasuk pemantauan peserta yang kini telah mencapai usia 68 tahun.

“Kami ingin memahami lebih dalam bagaimana pilihan gaya hidup sepanjang hidup memengaruhi kesehatan, fungsi fisik, dan proses biologis yang terjadi pada tubuh,” katanya.

Temuan ini memperkuat pandangan bahwa aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menjaga kualitas hidup, khususnya di tengah tren penuaan populasi yang terus meningkat.

Read Entire Article
Politics | | | |