Din Syamsuddin Desak Polisi Hentikan Laporan ke JK Kasus Dugaan Penistaan Agama

10 hours ago 9

loading...

Tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin mendesak, agar polisi tidak melanjutkan atau menghentikan laporan polisi dugaan kasus penistaan agama mantan Wapres RI, Jusuf Kalla atau JK. Foto/SindoNews

JAKARTA - Tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin mendesak, agar polisi tidak melanjutkan atau menghentikan laporan polisi dugaan kasus penistaan agama mantan Wapres RI, Jusuf Kalla atau JK sebagaimana dilaporkan sejumlah ormas. Sebab hal itu bisa memicu konflik antarumat beragama.

"Pesan saya pada yang mempersoalkan ceramah Pak Jusuf Kalla di Masjid Kampus UGM agar jangan memelintir, saya menjadi saksi pertemuan Malino untuk adanya perdamaian. Kalau ini tidak dihentikan, apalagi jika kepolisian melanjutkannya, tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, ini sungguh akan menimbulkan konflik antara umat beragama," ujarnya pada wartawan, Kamis (23/4/2026).

Din mengaku bersama para tokoh lintas agama, khususnya agama Kristen telah bertemu JK di kediamannya. Mereka merupakan saksi sekaligus orang yang terlibat dalam perjanjian Malino untuk perdamaian atas konflik agama di Poso, Sulawesi dan Ambon, Maluku.

Baca juga: Ketum PGI Minta Masyarakat Tak Termakan Video Ceramah JK yang Dipotong dan Dipelintir

"Pertemuan malam ini menjadi penting karena pertemuan di Malino, Sulawesi untuk perdamaian konflik Poso dan konflik Ambon 2002, 24 tahun lalu yang berhasil menimbulkan kerukunan antaraumat Islam dan umat Kristiani, terakhir ini tercerderai dengan adanya pihak yang bersengaja memelintir pernyataan pak Jusuf Kalla," tuturnya.

Namun, kata dia, perjanjian Malino itu seolah terciderai oleh orang tak bertanggung jawab yang telah memotong dan memelintir video ceramah JK. Tak hanya memelintir, ada juga pihak yang menuduhnya menistakan agama dengan melaporkan JK ke polisi.

Lihat video: ANGKAT BICARA! Jusuf Kalla Kumpulkan Tokoh Poso & Maluku, Klarifikasi Ceramah!

"Dan juga mengadukannya ke kepolisian, ini sungguh berbahaya sekali karena dapat menimbulkan luka lama dan juga menimbulkan konflik diantara umat beragama," terangnya.

Read Entire Article
Politics | | | |