REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK - Menyambut tantangan dunia kerja yang terus berkembang seiring pesatnya transformasi digital, Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Akuntansi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak menggelar seminar profesionalisme bertajuk 'Peran dan Tantangan Profesi Akuntansi di Era Digital'. Kegiatan ini sukses digelar pada Jumat (9/1/2026) di Aula UBSI kampus Pontianak, Jl Abdul Rahman Saleh No 18, Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).
Seminar yang diikuti oleh mahasiswa semester 1 ini dirancang untuk memberikan wawasan mengenai dinamika profesi akuntansi yang kini semakin terintegrasi dengan teknologi digital. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menanamkan pemahaman profesionalisme dan kesiapan kerja sejak dini kepada mahasiswa.
Acara dibuka oleh Ketua Prodi (Kaprodi) Sistem Informasi Akuntansi UBSI kampus Pontianak, Raja Sabaruddin. Dia menekankan pentingnya pemahaman awal mengenai perubahan dan tantangan profesi akuntansi di era digital.
Ia menyampaikan mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori akuntansi, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terus berubah. Menurutnya, transformasi digital telah mengubah cara kerja akuntan di berbagai sektor.
"Mahasiswa perlu mempersiapkan diri dengan baik, tidak hanya dari sisi kompetensi teknis akuntansi, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan teknologi digital yang terus berkembang. Seminar ini menjadi langkah awal untuk memberikan gambaran nyata tentang dunia profesional yang akan mereka hadapi,” ujar Raja dalam keterangan tertulis, Selasa (20/1/2026).
Ia berharap melalui kegiatan ini, mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih realistis tentang dunia kerja serta mampu merancang langkah pengembangan diri selama masa perkuliahan.
Seminar ini menghadirkan dua narasumber dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Kalimantan Barat, yakni Hartono dan Haadi Yanuar. Keduanya berbagi pengalaman serta wawasan terkait perubahan signifikan dalam praktik akuntansi dan perpajakan di era digital.
Hartono menegaskan akuntan masa kini dituntut memiliki kemampuan analisis yang kuat serta pemahaman teknologi digital yang memadai. Menurutnya, penguasaan sistem digital bukan lagi nilai tambah, melainkan kebutuhan utama dalam dunia kerja.
“Akuntan tidak bisa lagi hanya mengandalkan kemampuan pencatatan manual. Penguasaan teknologi, pemahaman data, serta integritas menjadi kunci agar mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan sistem kerja yang serba digital,” ujar Hartono.
Haadi Yanuar menambahkan lulusan akuntansi juga perlu memahami regulasi perpajakan dan sistem digital yang diterapkan pemerintah. Ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap berbagai aplikasi perpajakan yang kini digunakan secara luas.
“Pemahaman terhadap e-filing, e-faktur, dan sistem digital perpajakan lainnya sangat penting. Mahasiswa perlu membiasakan diri sejak dini agar siap menghadapi dunia kerja, khususnya di instansi pemerintah maupun sektor swasta,” kata Haadi Yanuar.
Melalui kegiatan ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menegaskan komitmennya dalam membekali mahasiswa dengan pengetahuan, sikap profesional, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja.
Program Studi Sistem Informasi Akuntansi terus berupaya mengembangkan kompetensi mahasiswa melalui berbagai kegiatan penguatan soft skill dan hard skill, serta berencana memperluas kerja sama industri dan program magang agar mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung di dunia profesional.

5 hours ago
6















































