Petugas gabungan berusaha mengevakuasi korban kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi yang masih terjebak dalam gerbong di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek menyebabkan 7 orang penumpang meninggal dunia, dan 81 penumpang luka-luka dan dirawat.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tabrakan kereta yang terjadi di Bekasi pada Senin (27/4/2026) kemarin meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat luas. Dalam Islam, salah satu bentuk kepedulian dan kasih sayang kepada mereka yang wafat adalah dengan memanjatkan doa, memohon agar Allah SWT melimpahkan ampunan, rahmat, dan tempat terbaik di sisi-Nya.
Kehilangan nyawa dalam sebuah musibah merupakan ujian berat, baik bagi keluarga yang ditinggalkan maupun bagi masyarakat yang turut merasakan duka. Islam mengajarkan umatnya untuk menunjukkan solidaritas, bukan hanya melalui bantuan moral dan material, tetapi juga dengan doa yang tulus bagi para korban.
Rasulullah SAW mencontohkan agar setiap Muslim senantiasa mendoakan orang yang telah meninggal. Doa menjadi hadiah berharga yang pahalanya terus mengalir kepada almarhum. Terlebih, doa dari sesama Muslim merupakan wujud ukhuwah yang tetap terjalin meskipun maut telah memisahkan.
Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca bagi Muslim yang wafat adalah:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
"Allahummaghfir lahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu."
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia, dan maafkanlah dia." Apabila yang wafat adalah perempuan, maka lafaz "lahu" diganti menjadi "laha".

6 hours ago
13

















































