Dosen Unisa Yogya Optimalkan Website HIV-Talks Lewat Pemberdayaan Kader Dasawisma Seruni Ngaran

8 hours ago 26

Kampus Unisa Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Tim dosen Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (Unisa Yogyakarta) menggelar program pengabdian kepada masyarakat bertajuk optimalisasi website HIV-Talks oleh Kader Dasawisma Seruni Ngaran untuk pencegahan HIV/AIDS pada remaja prakonsepsi. Program yang didanai melalui skema Hibah Diktisaintek ini berlangsung selama satu tahun penuh sepanjang 2026, mulai dari tahap penyusunan program hingga monitoring dan evaluasi.

Program ini bertujuan memberdayakan masyarakat, khususnya kader kesehatan, agar mampu memanfaatkan website HIV-Talks (hivtalks.unisayogya.ac.id) sebagai sarana edukasi bagi remaja prakonsepsi dalam upaya pencegahan HIV/AIDS. Fase prakonsepsi dinilai sebagai fase investasi yang penting agar perempuan siap menghadapi fase kehamilan kelak.

Ketua tim pengabdian, Dr Dhesi Ari Astuti mengatakan salah satu persoalan yang kerap dihadapi remaja saat ini adalah masih minimnya akses terhadap sumber informasi kesehatan reproduksi yang valid. Kondisi ini membuat peran kader HIV menjadi penting sebagai kepanjangan tangan tenaga kesehatan untuk menjangkau remaja secara lebih dekat dan intensif.

"Kegiatan ini merupakan program berkelanjutan yang dilaksanakan oleh tim dosen Unisa Yogyakarta, yang beranggotakan Dr Sulistyaningsih dan Prof Dwi Sulisworo, tim pengabdian masyarakat tergabung sebagai multidisplin keilmuan yang mencakup kesehatan ibu dan anak, kesehatan masyarakat, dan teknologi kesehatan," ujar Dhesi.

Tiga Tahap Kegiatan

Rangkaian kegiatan utama dilaksanakan secara langsung dalam tiga tahap. Tahap pertama berupa sosialisasi website HIV-Talks yang digelar pada 26 Juli 2026, menyasar tokoh masyarakat dari tingkat padukuhan, RW, dan Dasawisma, dengan jumlah peserta mencapai 60 orang.

Tahap kedua adalah pelatihan bagi 10 kader HIV Dasawisma Seruni yang dilaksanakan pada Agustus 2026. Dalam pelatihan ini, para kader dibekali kemampuan untuk mengoperasikan dan memanfaatkan website HIV-Talks sebagai media edukasi. Tahap ini dilanjutkan dengan sosialisasi lanjutan mengenai website HIV-Talks serta peran kader kepada 60 peserta yang mayoritas berasal dari kalangan remaja.

Kegiatan tidak berhenti pada tahap pelatihan dan sosialisasi. Tim dosen Unisa Yogyakarta turut melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan keberlanjutan pemanfaatan website HIV-Talks oleh kader di lapangan.

Dhesi berharap program ini dapat terus berlanjut secara mandiri oleh masyarakat yang telah dibekali pengetahuan dan keterampilan komunikasi yang memadai. "Harapannya masyarakat mau dan mampu mengakses layanan kesehatan, sehingga terwujud masyarakat yang berdaya," katanya.

Read Entire Article
Politics | | | |