REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Upaya memperkuat ketahanan pangan, energi, serta pengembangan sumber daya manusia dinilai menjadi fondasi penting dalam mendorong transformasi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Berbagai isu strategis tersebut akan menjadi fokus pembahasan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar pada 12-14 Juni 2026 di Jakarta.
Ketua Umum PP Gekira, Nikson Silalahi, mengatakan Rakernas tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap agenda pembangunan ekonomi yang dijalankan pemerintah.
"Rakernas ini mengangkat tema transformasi ekonomi di era pemerintahan Presiden Prabowo sebagai bentuk dukungan nyata Gekira sebagai organ sayap Partai Gerindra dalam mendukung kinerja dan kerja-kerja nyata pemerintahan Presiden Prabowo untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Nikson dalam keterangan tertulis, Senin (2/6/2026).
Menurut dia, berbagai kebijakan ekonomi yang saat ini dijalankan pemerintah berada pada jalur yang tepat untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional. Salah satunya melalui program hilirisasi yang dinilai dapat mendorong kemandirian ekonomi Indonesia.
"Kami melihat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sedang membawa perekonomian Indonesia ke arah yang tepat dan benar melalui program hilirisasi demi memastikan kemandirian ekonomi nasional. Ini penting untuk memastikan fondasi ekonomi kita kuat dan kokoh di tengah ketidakpastian global. Pada prinsipnya, Gekira mendukung langkah kebijakan ekonomi dan politik Presiden Prabowo demi mensejahterakan rakyat," ujar Nikson.
Rakernas tersebut akan menjadi forum konsolidasi nasional sekaligus ruang perumusan program kerja organisasi untuk lima tahun ke depan. Berbagai isu yang akan dibahas mencakup ketahanan pangan, ketahanan energi, hilirisasi industri, pengembangan UMKM dan koperasi, hingga penguatan kualitas sumber daya manusia.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira) itu mengangkat tema "Transformasi Ekonomi Nasional Dalam Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto" dengan subtema "Akselerasi Transformasi Ekonomi Era Prabowo: Pangan Aman, Energi Mandiri, SDM Juara."
Ketua Panitia Rakernas, Melki Marcos Suawah, mengatakan agenda tersebut diharapkan dapat menghasilkan rumusan program yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.
"Rakernas adalah momentum setiap kader Gekira dari tingkatan Pimpinan Cabang, Pimpinan Daerah, dan Pimpinan Pusat untuk merumuskan agenda kerja nasional yang akan dieksekusi selama lima tahun ke depan dalam mendukung kebijakan pemerintah di bidang ekonomi demi mewujudkan kesejahteraan rakyat," kata Melki.
Menurut dia, Rakernas juga akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan menteri kabinet untuk memberikan perspektif strategis kepada peserta.
"Rakernas ini akan menghadirkan tokoh-tokoh nasional yang duduk di kursi menteri sebagai keynote speaker untuk membuka cakrawala berpikir dan menginspirasi kami dalam merumuskan kebijakan dan program kerja yang relevan dengan situasi bangsa dan negara saat ini," ujarnya.
Sejumlah menteri dijadwalkan menjadi pembicara dalam seminar nasional yang menjadi rangkaian kegiatan Rakernas. Di antaranya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang akan membahas ketahanan energi nasional, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengenai pemukiman ramah lingkungan, serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang akan memaparkan strategi ketahanan pangan nasional.
Selain itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman bersama Menteri Koperasi Ferry Juliantono akan membahas penguatan ekonomi kerakyatan melalui UMKM dan koperasi. Sementara Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dijadwalkan menyampaikan materi mengenai kontribusi BUMN dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Rakernas akan dibuka oleh Ketua Dewan Pembina PP Gekira Hashim S. Djojohadikusumo. Adapun Menteri Agama Nasaruddin Umar dijadwalkan memberikan sambutan mewakili Presiden Prabowo Subianto.
Secara internal, kegiatan tersebut akan diikuti sekitar 500 kader Gekira dari berbagai daerah di Indonesia. Sementara sesi pembukaan dan seminar nasional diperkirakan dihadiri sekitar 1.000 peserta yang terdiri atas kader, simpatisan, tokoh masyarakat, dan tamu undangan.

7 hours ago
13

















































