Ilustrasi anak bermain media sosial. Spanyol akan melarang akses media sosial bagi anak-anak di bawah 16 tahun.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Spanyol akan melarang akses media sosial bagi anak-anak di bawah 16 tahun. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyatakan rencana kebijakan ini menjadi upaya pemerintah menuntut pertanggungjawaban perusahaan teknologi atas konten ilegal, ujaran kebencian, dan perpecahan sosial.
"Media sosial ibarat negara gagal, di mana hukum diabaikan dan kejahatan dibiarkan. Jadi penting tata kelola digital untuk platform-platform ini," kara Sanchez saat berbicara di World Governments Summit di Dubai, seperti dilansir laman Engadget, Kamis (5/2/2026).
la menyinggung insiden seperti chatbot Al X, Grok, yang membuat gambar seksual anak-anak, Meta yang memata-matai pengguna Android, serta kampanye campur tangan pemilu di Facebook. Melihat kondisi ini, Sanchez menekankan pentingnya kontrol pemerintah terhadap media sosial bagi anak-anak.
"Mengingat peran media sosial yang begitu besar di kehidupan anak muda, maka cara terbaik untuk membantu mereka adalah mengambil kembali kendali," kata dia.
Menurut Sanchez, pemerintahnya akan memberlakukan serangkaian regulasi baru, termasuk larangan bagi pengguna di bawah 16 tahun. Platform media sosial akan diwajibkan untuk menerapkan sistem verifikasi usia yang efektif. Namun, belum ada jadwal pasti untuk penerapan larangan ini.
Selain itu, Spanyol akan menjadikan manipulasi algoritmik dan amplifikasi konten ilegal sebagai tindak pidana baru. Jika aturan ini berlaku, CEO perusahaan teknologi bisa menghadapi tanggung jawab pidana atas konten ilegal atau kebencian di platform mereka.
"Spanyol juga telah membentuk koalisi dengan lima negara Eropa lain untuk memberlakukan tata kelola yang lebih ketat atas platform media sosial," kata Sanchez.
Sanchez menegaskan anak-anak telah diekspose di ruang yang seharusnya tidak mereka navigasi sendiri, dan tugas pemerintah adalah campur tangan. la menambahkan media sosial telah gagal memenuhi janji awalnya sebagai alat pemahaman dan kerja sama global.
Langkah Spanyol mengikuti jejak Australia yang memberlakukan larangan media sosial untuk anak di bawah 16 tahun tahun lalu, Inggris sedang mempertimbangkan kebijakan serupa, sementara Denmark dan Malaysia telah mengumumkan rencana untuk melakukan kebijakan serupa.

3 hours ago
3















































