loading...
Konferensi pers dan pemutaran perdana film Keluarga Suami Adalah Hama di Jakarta, Kamis (15/5/2026). Foto: Armydian Kurniawan
JAKARTA - Lampu studio XXI Plaza Indonesia Jakarta kembali terang seusai film "Keluarga Suami Adalah Hama" diputar untuk pertamakalinya di hadapan para jurnalis, Kamis (14/5/2026). Jajaran tim produksi lalu muncul di hadapan awak media. Salah satu pemain utama, aktris Raihaanun, tampil sederhana namun elegan dengan atasan putih tanpa lengan dipadukan scarf kecil bermotif merah muda di leher dan rok bernuansa pastel yang memberi kesan hangat serta feminin.
Dipisahkan oleh sang sutradara, Anggy Umbara, duduk pemain utama lainnya, aktor Omar Daniel, dengan kemeja biru muda terbuka di bagian kerah dan celana hitam longgar yang membuat penampilannya terlihat santai namun tetap rapi. Sementara Anggy Umbara tampak santai dengan setelan jas merah muda dan kacamata hitam khasnya yang paling mencuri perhatian sore itu.
Di layar besar di belakang mereka terpampang visual rumah tangga bernuansa muram yang langsung memberi gambaran tentang konflik emosional film ini. Film ini datang membawa tema yang terasa sangat dekat dengan kehidupan pasangan muda Indonesia: tekanan rumah tangga akibat campur tangan keluarga besar. Diproduksi Umbara Brothers Film bersama VMS Studio, film ini menempatkan konflik domestik bukan sekadar drama pasangan, melainkan benturan antara kewajiban kepada keluarga dan kebutuhan menjaga pernikahan tetap sehat.
Film ini mengikuti kehidupan Intan yang diperankan Raihaanun dan Damar yang dimainkan Omar Daniel. Setelah menikah, keduanya harus tinggal bersama keluarga Damar yang sedang mengalami masalah ekonomi. Perlahan, hubungan mereka berubah penuh tekanan.
Intan digambarkan bukan hanya menjadi istri, tetapi juga seperti tulang punggung pekerjaan rumah. Ia memasak, membersihkan rumah, hingga merawat mertua. Sementara Damar berada di posisi sulit sebagai sulung yang merasa bertanggung jawab terhadap ibu dan adik-adiknya. Konflik demi konflik berkembang dari hal-hal kecil yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari: komentar keluarga, tuntutan ekonomi, sampai keputusan rumah tangga yang terlalu banyak diintervensi orang lain.

















































