loading...
Jemaah Haji asal Jakarta Timur (Jaktim) Pramasya dengan penuh semangat akan menjalani proses ibadah haji. Foto: Danandaya Arya Putra
JAKARTA - Jemaah Haji asal Jakarta Timur (Jaktim) Pramasya dengan penuh semangat akan menjalani proses ibadah haji. Ia berangkat ke Tanah Suci dengan niat khusus menggantikan almarhum ayahnya yang telah meninggal dunia pada tahun lalu.
"Kebetulan saya gantiin almarhum ayah saya yang meninggal tahun lalu," kata Pramasya di Embarkasi Jakarta Pondok Gede, Jakarta Timur, Sabtu (25/4/2026).
Dalam ibadah ini, ia akan membadalkan ibadah haji bagi ayahnya. Tak hanya itu, setibanya di Tanah Suci, ia juga akan memanjatkan doa agar sang ayah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Baca juga: 442 Jemaah Haji Kloter 5 Diberangkatkan ke Tanah Suci, 3 Tertunda karena Sakit
"Ya nanti akan doain ayah dan badalin haji," ucap dia.
Di sisi lain, ia mengaku sempat merasakan khawatir menjalankan ibadah haji tahun ini lantaran adanya konflik di Timur Tengah. Namun, karena ketegangan tersebut dirasa mulai membaik, rasa cemasnya pun perlahan berkurang.
"Sebelumnya waktu lagi panas-panasnya sempat khawatir, karena ke sini situasinya sudah mulai membaik jadi sudah mulai rada tenanglah," ucapnya.
Embarkasi Jakarta Pondok Gede memberangkatkan 442 jemaah haji menunju Bandara Soekarno-Hatta, pada Sabtu (25/4/2026) siang. Setelah tiba di bandara, ratusan jemaah ini akan melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat menuju Mekkah, Arab Saudi.
Ketua PPIH Embarkasi Jakarta Pondok Gede Sugito menjelaskan kloter 5 seharusnya memberangkatkan 445 jemaah. Namun, jumlah tersebut berkurang karena tiga jemaah terpaksa menunda keberangkatan akibat kondisi kesehatan.
"Ya, untuk kloter 5 ini asal Jakarta Timur itu sejumlah 442 ya. Karena ada tiga jemaah yang nggak bisa berangkat," kata Sugito kepada wartawan, Sabtu (25/4/2026).
Satu jemaah yang tidak bisa berangkat masih menjalani perawatan di rumah karena sakit. Sementara dua jemaah lainnya yang telah tiba di Asrama Haji harus dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Satu sejak masuk asrama sudah enggak bisa karena sakit di rumah. Kemudian yang masuk di sini itu ada dua yang masih dirujuk di rumah sakit," ucap dia.
(rca)


















































