Hanya Bertahan 48 Jam, Project Freedom Trump Gagal Bebaskan 1.600 Kapal di Selat Hormuz

5 hours ago 8

loading...

Operasi Project Freedom Amerika Serikat, yang hanya bertahan kurang dari 48 jam, gagal membebaskan 1.600 kapal di Selat Hormuz. Foto/MarineTraffic.com

TEHERAN - Bagi puluhan ribu pelaut di sekitar 1.600 kapal yang terdampar di Selat Hormuz, operasi “Project Freedom” atau "Proyek Kebebasan" yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ternyata bukanlah kebebasan yang mereka harapkan.

Operasi militer oleh AS untuk mengawal kapal-kapal melalui selat tersebut hanya berlangsung kurang dari 48 jam. Hanya dua kapal yang berhasil melewati selat yang sebagian besar ditutup oleh Iran tersebut.

Baca Juga: Jenderal IRGC: Rudal Iran Sudah Mengunci Target AS, Hanya Tunggu Perintah Tembak!

Menurut laporan NBC News, Trump menangguhkan operasi "Project Freedom" karena negara-negara Teluk—terutama Kerajaan Arab Saudi—marah. Riyadh, misalnya, merasa tidak diajak koordinasi tentang operasi itu dan akhirnya menolak mengizinkan militer AS beroperasi di Pangkalan Prince Sultan.

Kini, perusahaan pelayaran dan para pelaut yang terdampar kembali tidak memiliki jalur keluar yang aman dan tidak ingin mengambil risiko menyeberang. Meskipun gencatan senjata AS dan Iran telah diberlakukan sejak 8 April, rudal dan drone terus berterbangan di atas jalur air selebar 21 mil tersebut.

Menurut Direktur Eksekutif Port oe Los Angeles, Gene Seroka, hanya perjanjian perdamaian nyata yang bisa menjadi jaminan.

“Tidak ada hal lain, kecuali perjanjian perdamaian yang tulus, yang telah dibuktikan dan dikonfirmasi, yang akan memenangkan kepercayaan sektor pelayaran komersial," kata Seroka, seperti dikutip dari CNN, Minggu (10/5/2026).

Seroka, yang menghabiskan sekitar lima tahun bersama perusahaan pelayaran terkemuka American President Lines di Timur Tengah, mengatakan bahwa dia belum berbicara dengan eksekutif perusahaan pelayaran mana pun yang siap memindahkan kargo dan barang pribadi mereka bersama pasukan AS.

Selama lebih dari dua bulan, perusahaan pelayaran telah mencari “celah” untuk keluar dari Selat Hormuz. Dalam kondisi normal, sekitar 120 kapal melewati Selat Hormuz setiap hari, banyak di antaranya mengangkut sekitar 20% pasokan minyak dunia.

Read Entire Article
Politics | | | |