loading...
Huru-hara dan peperangan yang tengah terjadi di dunia global saat ini, membuat umat semakin yakin bahwa dunia sudah berada di ambang kiamat atau akhir zaman. Foto ilustrasi/ist
Huru-hara dan peperangan yang tengah terjadi di dunia global saat ini, membuat umat semakin yakin bahwa dunia sudah berada di ambang kiamat atau akhir zaman . Prediksi ini sudah disampaikan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam 1500 tahun yang lalu. Benarkah nubuat Nabi SAW ini mulai terbukti?
Nubuwat Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam tentang huru-hara akhir zaman adalah akan terjadinya perang besar yang dikenal dengan nama Al-malhamah kubra. Al-malhamah sendiri berasal dari kata lahm yang artinya daging dan bentuk jamaknya al-malâhim yang berarti perang yang memakan banyak korban.
Jika kata al-malhamah berdampingan dengan kata al-kubra, artinya perang besar yang memakan banyak korban. Al-malhamah al-kubra merupakan salah satu tanda-tanda besar hari kiamat .
"Peristiwa ini banyak disebutkan dalam hadis-hadis Nabi SAW dan diriwayatkan oleh banyak ulama hadis yang disebut 'perang dunia terbesar'," tulis Syaikh Imran Nazar Hosein dalam bukunya berjudul "Al-Qur'an, Perang Besar & Dunia Barat" (Al Malhama atau Armagedon)".
Baca juga: Konflik Global & Nubuwat: Benarkah Perang AS-Israel vs Iran Adalah Al-Malhamah Al-Kubra?
Menurut Syaikh Imran Nazar, perang besar ini juga diberi istilah Armageddon, referensi orang Kristen, yang tentu saja berbeda detail dan interpretasi di pihak mereka, meskipun juga merujuk pada perang besar di akhir zaman.
Dalam pandangannya mengenai al-malhamah al-kubra, Syaikh Imran memuat hadis mengenai perang besar yang akan terjadi di mana 99% dari semua petarungnya akan terbunuh. Perang ini unik karena belum pernah ada perang dalam sejarah di mana 99% orang yang berperang akan terbunuh.
Hal yang sangat aneh mengenai perang ini ketika perang tersebut terus berlanjut meskipun semua pasukan yang akan bertempur mengetahui sedikitnya yang akan selamat setelah perang berakhir.
Hal ini menjadikan jelasnya nubuat Nabi Muhammad bahwa setiap pasukan akan berkata bahwa kamilah yang akan bertahan hidup. Tidak sulit bagi kita untuk menyadari bahwa perang akan dipertarungkan dengan senjata pemusnah massal, seperti senjata nuklir dan termonuklir yang belum pernah digunakan dalam perang.

















































