Indef: Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen Masih Solid, tetapi Tantangan Pengangguran Besar

59 minutes ago 5

Penumpang berjalan turun dari atas kapal laut seusai bersandar di Pelabuhan Nusantara Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (22/6/2026). Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 mencapai 5,29 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Pengembangan Big Data Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 yang mencapai 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy) masih menunjukkan kinerja yang cukup baik meski melambat dibandingkan kuartal I 2026 yang tumbuh 5,61 persen. Eko mengatakan perlambatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II merupakan hal yang wajar mengingat pada kuartal sebelumnya terdapat faktor musiman yang mendorong aktivitas ekonomi.

"Pertumbuhan tersebut memang turun secara tahunan antarkuartal karena sudah tidak ada efek puasa dan Lebaran yang jatuh di kuartal I kemarin," kata Eko saat dihubungi Republika di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Meski demikian, Eko mengingatkan capaian pertumbuhan ekonomi di atas lima persen belum otomatis menyelesaikan berbagai persoalan struktural yang masih dihadapi perekonomian nasional. Ia menilai tantangan penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat masih perlu menjadi perhatian pemerintah.

"Meskipun masih di atas lima persen, tantangan pengangguran masih besar dan daya beli juga tidak banyak berubah," kata Eko.

Menurut Eko, pemerintah perlu memastikan pertumbuhan ekonomi mampu menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka makro, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat melalui peningkatan daya beli dan kualitas hidup.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya, tetapi lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026 berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 6.552,1 triliun dan atas dasar harga konstan sebesar Rp 3.576,2 triliun. Dengan demikian, ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 dibandingkan kuartal II 2025 atau secara year on year tumbuh 5,29 persen," ungkap Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Read Entire Article
Politics | | | |