Investasi Hijau Jadi Kunci Percepat Proyek Energi Terbarukan

4 hours ago 13

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penguatan akses pembiayaan menjadi salah satu kunci untuk mempercepat realisasi proyek energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia. Sejumlah proyek yang telah memasuki tahap pengembangan perlu didorong hingga konstruksi dan operasi melalui dukungan investasi yang memadai.

Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Norman Ginting mengatakan percepatan proyek membutuhkan pertemuan yang lebih erat antara pengembang, penyedia teknologi, dan pengambil kebijakan. Menurut dia, sejumlah proyek energi terbarukan yang dikembangkan anggota METI kini mulai bergerak menuju tahap konstruksi dan operasi.

“Banyak proyek energi terbarukan anggota METI kini bergerak menuju konstruksi dan operasi,” ujar Norman dalam peluncuran The 12th IndoEBTKE ConEx 2026, Senin (31/8/2026).

Untuk mendorong pembiayaan proyek, The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 mempertemukan pengembang proyek dengan lembaga keuangan nasional maupun internasional. Pertemuan tersebut diarahkan untuk membuka akses pembiayaan bagi proyek energi terbarukan yang siap masuk tahap konstruksi dan operasi.

Sekretaris Jenderal METI sekaligus Ketua Panitia Pelaksana The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 Elvi Nasution mengatakan investasi perlu diarahkan secara tepat untuk mendukung percepatan proyek EBTKE. Forum tersebut mempertemukan pengembang proyek dengan calon investor dan mitra pembiayaan.

“Melalui The 12th IndoEBTKE ConEx 2026, kami mempertemukan pengembang proyek dengan lembaga keuangan nasional dan internasional, agar aliran investasi hijau ke Indonesia semakin deras dan tepat sasaran,” jelas Elvi.

Pertemuan antara pengembang dan calon investor juga dilakukan melalui networking hub dalam rangkaian acara tersebut. Fasilitas ini menjadi ruang bagi pengembang proyek untuk bertemu langsung dengan calon investor dan mitra pembiayaan.

The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 berlangsung pada 2-4 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor, akademisi, dan mitra pembangunan dari berbagai negara untuk membahas pengembangan sektor EBTKE.

Sebanyak 22 perusahaan turut berpartisipasi sebagai sponsor dan peserta pameran dengan membawa teknologi di bidang surya, angin, bioenergi, panas bumi, penyimpanan energi, hingga efisiensi energi.

Pertemuan antara pengembang, lembaga keuangan, dan pemangku kepentingan diharapkan menghasilkan kerja sama pembiayaan yang dapat mendorong proyek energi terbarukan dari tahap pengembangan menuju konstruksi dan operasi.

Read Entire Article
Politics | | | |