Investasi Emas Makin Terjangkau, Bisa Mulai Setara Harga Kopi

11 hours ago 8

Pekerja menunjukkan emas yang dijual Bank Syariah Indonesia (BSI) di ajang Bullion Connect 2025 di Jakarta. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Investasi emas kini kian mudah dijangkau masyarakat, termasuk anak muda yang mulai mencari instrumen keuangan sederhana dengan modal kecil. Emas yang selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai kini bisa dibeli dengan nominal setara harga secangkir kopi.

Bank Syariah Indonesia (BSI) mendorong peningkatan literasi investasi emas melalui layanan bank emas yang diharapkan bisa lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Akses pembelian emas kini dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi BYOND by BSI.

Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan, emas menjadi salah satu instrumen yang cocok untuk dikenalkan ke generasi muda karena mudah dipahami dan relatif stabil.

“Anak-anak muda Indonesia harus didorong untuk mulai melek investasi syariah dengan cara yang mudah, aman, dan memiliki prospek yang baik, salah satunya melalui emas,” ujarnya, dikutip Senin (13/4/2026).

Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat mulai membeli emas dengan nominal sekitar Rp 50 ribu, dengan harga mengikuti pergerakan pasar harian. Cara ini membuat investasi emas tidak lagi identik dengan kebutuhan modal besar.

BSI juga mengemas pendekatan edukasi dengan lebih sederhana agar lebih mudah diterima anak muda. Investasi emas bahkan disebut bisa dimulai “semudah membeli secangkir kopi”.

Selain berbentuk digital, emas yang dibeli juga bisa dicetak menjadi fisik, ditransfer antar rekening emas, hingga digadaikan saat kebutuhan mendesak.

“Emas bisa menjadi tabungan, bisa dicetak, dan juga bisa menjadi solusi saat kondisi darurat,” kata Cahyo.

Hingga Februari 2026, BSI mencatat pengelolaan emas mencapai sekitar 22,5 ton dengan pertumbuhan nasabah yang meningkat signifikan sejak layanan bank emas diluncurkan.

Perseroan juga terus memperluas literasi keuangan syariah melalui kerja sama dengan kampus dan berbagai lembaga, dengan harapan semakin banyak masyarakat, terutama anak muda, mulai membangun kebiasaan investasi sejak dini.

Read Entire Article
Politics | | | |