Kapal selam nir awak Amerika Serikat disita Iran.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan bahwa Angkatan Laut Iran telah menangkap sebuah kapal selam nirawak milik Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz, di tengah aksi saling serang terhadap kapal yang terus dilakukan Teheran dan Washington.
Media pemerintah Iran mengidentifikasi kapal selam tersebut sebagai Dive-LD—sebuah kendaraan bawah air otonom (AUV) buatan perusahaan pertahanan yang berbasis di California, Anduril Industries.
Drone bawah air yang memiliki panjang sekitar enam meter (20 kaki) ini dirancang untuk misi berdurasi panjang seperti pengintaian, pemetaan dasar laut, dan deteksi ranjau.
Pihak Washington bersikeras bahwa wahana tersebut "mengalami malfungsi sehari sebelumnya".
Lantas, apa yang kita ketahui tentang Dive-LD dan apa arti penangkapannya bagi Iran?
Pada Selasa malam, IRGC menyatakan dalam sebuah keterangan bahwa angkatan laut Iran menjebak salah satu kapal selam nirawak paling modern dan cerdas milik militer AS di pintu masuk Selat Hormuz.
Tanpa membeberkan rincian spesifik, IRGC menambahkan bahwa penangkapan itu merupakan operasi cerdas yang melibatkan perencanaan intelijen dan operasional rumit pada dini hari tadi.
"Wahana bawah air cerdas ini dilengkapi dengan teknologi terkini di dunia dalam bidang wahana bawah air, dan telah diserahkan kepada armada militer AS—yang disebut teroris—pada 2025," ungkap IRGC dalam pernyataannya.
Lantas, apa itu Dive-LD?
Dive-LD adalah kendaraan bawah air otonom tak berawak berukuran besar serta merupakan platform yang dapat digunakan kembali. Drone selam ini dirancang untuk membawa berbagai paket sensor dan misi.
Anduril Industries, produsen kendaraan bawah air tersebut, menyatakan bahwa kemampuan kedalaman maksimumnya mencapai 6.000 meter (19.700 kaki) dengan daya tahan operasional hingga 10 hari.
Menurut laporan media AS, biaya pembuatannya mencapai hampir US$2,5 juta. Sebagai perbandingan, kapal selam OceanGate Titan mengalami implosi di dekat bangkai kapal Titanic pada Juni 2023 di kedalaman sekitar 3.346 meter (11.000 kaki)—hampir separuh dari kemampuan kedalaman Dive-LD.
Anduril telah mengonfirmasi hilangnya salah satu unit kendaraannya, namun tidak menganggap insiden tersebut sebagai masalah besar.

6 hours ago
22
















































