Israel Setujui Pembukaan Terbatas Penyeberangan Rafah dalam Rencana Trump

2 hours ago 3

Pengungsi Palestina berjalan setelah tentara Israel menyuruh penduduk daerah Hamad di Khan Yunis untuk meninggalkan rumah mereka dan menuju Rafah, dekat perbatasan dengan Mesir, Jalur Gaza selatan, Senin (4/3/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA — Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pada Ahad (25/1/2026) malam bahwa Israel menyetujui pembukaan kembali secara terbatas Penyeberangan Rafah. Pembukaan kembali ini sebagai bagian dari rencana perdamaian 20 poin Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Jalur Gaza.

“Sebagai bagian dari rencana 20 poin Presiden Trump, Israel telah menyetujui pembukaan kembali terbatas Penyeberangan Rafah untuk lintasan pejalan kaki saja, dengan syarat mekanisme pemeriksaan penuh oleh Israel,” tulis kantor Netanyahu dalam pernyataan di platform X, Ahad.

Pernyataan tersebut menegaskan pembukaan kembali penyeberangan itu dikondisikan pada pemulangan seluruh sandera Israel yang masih hidup, serta upaya penuh Hamas untuk menemukan dan mengembalikan seluruh sandera yang telah meninggal dunia.

Israel juga menyebut pembukaan kembali Penyeberangan Rafah baru akan dilakukan setelah operasi pencarian jenazah prajurit Israel Ran Gvili selesai dilaksanakan.

Israel menutup sepenuhnya sisi Palestina Penyeberangan Rafah sejak Mei 2024 sebagai bagian dari ofensif militernya di Jalur Gaza. Sejak Oktober 2023, agresi tersebut telah menewaskan lebih dari 71.400 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak.

Dalam beberapa bulan terakhir, Israel mengaitkan pembukaan kembali sisi Palestina Penyeberangan Rafah dengan pemulangan jenazah sandera terakhirnya dari Gaza.

Penyeberangan Rafah yang menghubungkan Gaza dan Mesir sejatinya dijadwalkan dibuka kembali pada Oktober dalam fase pertama perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober. Namun, Israel disebut tidak mematuhi kesepakatan tersebut.

Sejak fase pertama gencatan senjata, faksi-faksi Palestina telah membebaskan 20 sandera Israel dalam keadaan hidup serta mengembalikan jenazah 27 sandera lainnya. Hingga kini, jenazah Ran Gvili masih belum ditemukan.

Kementerian Kesehatan Palestina mencatat, sejak perjanjian gencatan senjata berlaku, militer Israel telah melakukan ratusan pelanggaran yang menyebabkan sedikitnya 484 warga Palestina tewas dan 1.321 lainnya terluka.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Politics | | | |