Jamaah calon haji Indonesia bersiap menaiki bus Shalawat seusai menunaikan umrah wajib di Masjidil Haram di terminal Syib Amir, Makkah, Arab Saudi, Ahad (11/5/2025). Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyiapkan bus shalawat sebagai moda transportasi jamaah dari hotel ke Masjidil Haram dan sebaliknya yang beroperasi selama 24 jam pada musim haji 2025. Sebanyak 32 unit bus shalawat dengan desain ramah disabilitas dan lansia disiapkan untuk mengantar jamaah haji Indonesia dari hotel ke Masjidil Haram. Layanan ini merupakan bagian dari upaya inklusi yang dilakukan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun ini.

Oleh: Fernan Rahadi, dari Madinah, Arab Saudi.
REPUBLIKA.CO.ID,Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan skema khusus bagi jamaah haji lansia, penyandang disabilitas, dan jamaah dengan risiko kesehatan tinggi saat pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Musyrif Diniyah PPIH Arab Saudi, Haris Muslim, mengatakan seluruh jemaah dengan kondisi khusus tetap wajib menjalani wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah karena merupakan rukun utama haji yang tidak dapat ditinggalkan.
“Dengan skema apa pun mereka tetap harus berada di Arafah agar hajinya sah,” kata Haris Muslim di Makkah.
Menurut Haris, syariat Islam memberikan kemudahan bagi jemaah yang memiliki keterbatasan fisik maupun penyakit tertentu dalam menjalankan rangkaian ibadah haji lainnya.
Ia menjelaskan, dalam fikih terdapat kaidah bahwa kesulitan dapat mendatangkan kemudahan. Karena itu, jemaah lansia, disabilitas, maupun penderita penyakit berisiko tinggi diperbolehkan menyesuaikan pelaksanaan ibadah sesuai kondisi kesehatan mereka.
PPIH Arab Saudi menetapkan lima kategori jemaah uzur yang mendapatkan layanan khusus saat Armuzna, yakni jemaah dengan penyakit risiko tinggi, lansia, penyandang disabilitas, obesitas, dan pendamping mereka.

5 hours ago
9

















































