REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Suatu ketika seorang suami menghadaap ke Umar Bin Khattab dan mengutarakan keinginan untuk menceraikan istrinya.
Saat ditanya Umar apakah gerangan penyebab dirinya hendak memutuskan hubungan pernikahan tersebut? Sang suami tersebut menjawab bahwa dia sudah tak lagi mencintai istrinya. Umar pun justru menjawab lantang:
ويحَكَ، أوَ لَمْ تُبْنَ البيوتُ إلا على الحبِّ؟ فأين الرِّعاية والذمم؟
"Bukankah rumah tangga tidak dibangun hanya dengan cinta? Di manakah kepedulian dan kehormatan?"
Umar mengajarkan kepada kita bagaimana rumah tangga dibangun, seolah-olah dia memberikan pelajaran kepada generasi mendatang dalam mempelajari seni mengelola kehidupan pernikahan, dan bagaimana, pada awal pernikahan, setiap suami dan istri saling mencintai dan ingin membangun keluarga yang sehat dan penuh dengan kebahagiaan.
Tetapi seperti dalam hubungan apa pun, rasa dingin dapat merayap masuk, dan kadang-kadang pasangan tidak tahu bagaimana menyembuhkan situasi ini, jarak meningkat dan cinta bocor dari kehidupan mereka sedikit demi sedikit.
Tetapi guru kita Umar bin Khattab RA, yang mengikuti jejak Rasulullah SAW, memberi kita pelajaran bahwa rumah tangga dibangun di atas kesalehan dan hidup bersama, dan jika cinta telah hilang, hidup bersama yang baik akan tetap ada. Allah SWT berfirman:
فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
“Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”
BACA JUGA: Viral Perempuan Pukul Askar di Area Masjid Nabawi Madinah, Ini Tanggapan Arab Saudi
Ayat yang mulia ini seolah mengatakan betapa banyak suami yang membenci istrinya dan menghancurkan rumah tangganya karena perasaan itu, dan jika dia berhenti sejenak dan meneliti sifat-sifat dan akhlak istrinya, niscaya dia akan merasa puas dengan istrinya selain apa yang dia benci darinya.
Perhatikanlah akhir ayat ini dengan seksama janganlah menuruti perasaan benci yang Anda rasakan dan kehilangan hal-hal indah lainnya yang telah ditakdirkan untuk Anda, mungkin dia adalah istri yang baik yang akan membantu Anda dalam agama dan urusan duniawi Anda, jadi mengapa menyia-nyiakannya?