JK: 75 Persen Masjid di Indonesia Punya Masalah pada Sound System

2 hours ago 3

Petugas menyiapkan Sound System untuk tarawih perdana di Masjid Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (12/4). Pemerintah memperbolehkan shalat tarawih di masjid dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK) menyebut sekitar 75 persen masjid di Indonesia masih memiliki persoalan pada sound system atau pengeras suara akustik yang perlu diperbaiki, khususnya dalam hal operasional dan pemasangan perangkat suara.

Menurut dia, banyak pengeras suara masjid dipasang tanpa perencanaan yang matang. Ia menilai pemasangan kerap dilakukan oleh pihak yang kurang memiliki pemahaman teknis, sehingga kualitas suara tidak sesuai dengan fungsi masjid sebagai tempat ibadah.

“Di seluruh Indonesia, sekitar 75 persen masjid itu punya sound system yang perlu diperbaiki operasionalnya, karena yang memasang itu kadang-kadang anak-anak yang tinggal di masjid, Jadi, cara pasangnya yang penting bunyi,” kata JK dalam Pelatihan Akustik Masjid bagi 109 Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Jakarta, Ahad (25/1/2026) seperti dikutip dari keterangan tertulis.

Dia mengatakan, sistem suara masjid seharusnya disesuaikan dengan ukuran dan kebesaran masjid, kondisi lingkungan sekitar serta karakter masyarakat setempat. Penggunaan suara yang terlalu keras, kata dia, justru menghilangkan kekhusyukan jamaah.

"Perubahannya besar padahal perlu. Harus sesuai dengan kebesaran masjid, suasana masyarakat, dan tidak asal pasang. Bukan membesarkan suara saja," katanya.

Dia menekankan bahwa masjid harus menghadirkan suasana yang syahdu karena merupakan tempat ibadah, bukan sarana hiburan.

"Masjid itu harus syahdu. Ini ibadah, bukan hiburan. Kalau hiburan mungkin orang bisa tidur, tapi ini ibadah, jadi harus syahdu," kata dia.

Dia berharap, para pengurus masjid dapat memahami pentingnya tata suara yang baik, sehingga ibadah dapat berlangsung lebih khusyuk dan nyaman bagi jamaah.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |