Kebijakan Trump Bikin Tarif Impor AS Meroket, Tertinggi Sejak 1910

20 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tarif bea masuk rata-rata untuk impor produk ke Amerika Serikat (AS) meroket menjadi 22 persen dari hanya sebesar 2,5 persen pada 2024. Hal itu terjadi usai Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif bea masuk baru yang berlaku secara global.

"Tarif itu terakhir terjadi sekitar tahun 1910," kata Kepala Riset Ekonomi AS Fitch Ratings Olu Sonola dikutip dari Reuters, Kamis (3/4/2025).

Sonola mengatakan, ini menjadi sebuah kebijakan yang akan mengubah tatanan dunia. Dia menekankan, tarif ini tak hanya berdampak bagi ekonomi AS tapi juga ekonomi global.

"Banyak negara akan berakhir dalam resesi," ujar Sonola.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengumumkan kebijakan tarif dasar untuk bea masuk sebesar 10 persen atas barang impor yang masuk ke Amerika Serikat. Beberapa negara mendapatkan tambahan tarif yang lebih tinggi, salah satunya Indonesia yang dikenakan tarif resiprokal atau tarif balasan sebesar 32 persen. Kebijakan Trump ini diperkirakan akan semakin memperkeruh suasana perang dagang dan mengancam pertumbuhan ekonomi global.

Dilansir dari Reuters, tarif bea masuk yang besar akan menjadi tembok penghalang baru bagi negara-negara di dunia untuk bisa memasok produk ke AS. Hal ini membalikkan liberalisasi perdagangan yang berjalan selama beberapa dekade dan telah membentuk tatanan global. Negara yang terdampak berpotensi menanggapi dengan tindakan balasan yang dapat menyebabkan harga yang jauh lebih tinggi untuk berbagai barang.

Impor China akan dikenakan tarif 34 persen, di atas tarif 20 persen yang sebelumnya sudah dikenakan oleh Trump. Sehingga total pungutan baru menjadi 54 persen. Sekutu dekat AS tidak luput, termasuk Uni Eropa, yang menghadapi tarif 20 persen, dan Jepang yang disasar dengan tarif 24 persen.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan tarif yang lebih tinggi akan berlaku pada 9 April dan akan berlaku untuk sekitar 60 negara secara keseluruhan. Tarif dasar 10 persen akan berlaku pada hari Sabtu (5/4/2025).

Tarif resiprokal ini, kata Trump, merupakan respons terhadap bea dan hambatan non-tarif lainnya yang dikenakan pada barang-barang AS. Ia berpendapat bahwa pungutan baru tersebut akan meningkatkan lapangan kerja manufaktur di dalam negeri.

"Selama beberapa dekade, negara kita telah dijarah, dirampok, diperkosa, dan dijarah oleh negara-negara dekat dan jauh, baik kawan maupun lawan," kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, Amerika Serikat, Kamis (3/4/2025) dini hari WIB.

Ekonom telah memperingatkan bahwa tarif dapat memperlambat ekonomi global, meningkatkan risiko resesi, dan meningkatkan biaya hidup bagi rata-rata keluarga AS hingga ribuan dolar. Kanada dan Meksiko, dua mitra dagang AS terbesar, telah menghadapi tarif 25 persen untuk banyak barang dan tidak akan menghadapi pungutan tambahan dari pengumuman terbaru Trump.

sumber : Reuters

Read Entire Article
Politics | | | |