REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang mahasiswi berinisal S (25) dari program studi Pariwisata UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung meninggal dunia di kamar kosnya pada Sabtu (27/6/2026) pagi. Korban yang memiliki riwayat penyakit jantung diduga mengalami kelelahan ekstrem setelah semalaman merampungkan skripsinya.
Menangapi peristiwa tersebut, dokter sekaligus pengurus bidang pendidikan Himpunan Fasyankes Dokter Indonesia (HIFDI), dr Ahmad Azmul Asmar Irfan, mengimbau mahasiswa untuk tidak menjadikan begadang sebagai suatu kebiasaan. Pasalnya begadang tidak baik bagi tubuh, apalagi jika memiliki riwayat penyakit kronis.
Dokter Ahmad mengatakan kebiasaan buruk bisa memicu stres fisiologis. Pada kondisi ini, sistem saraf simpatis atau mode "fight or flight" pada tubuh menjadi lebih aktif. Akibatnya hormon stres akan meningkat, denyut jantung dan tekanan darah bisa naik, sementara konsentrasi, daya ingat dan kontrol emosi menurun.
Kondisi itu bisa semakin parah jika mengonsumsi mahasiswa kafein atau minuman berenergi sebagai "teman" begadang. Dosen di Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah mengatakan bahwa konsumsi kafein berlebih terutama pada kondisi kurang tidur dan kurang makan dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan.
“Bila dikonsumsi berlebihan saat begadang, kafein itu dapat memicu jantung berdebar, tidak nyaman, sulit tidur, nyeri lambung, peningkatan tekanan darah, hingga gangguan irama jantung pada orang yang rentan,” kata dr Ahmad saat dihubungi Republika, Selasa (30/6/2026).
Dia menyebut usia muda tidak menjamin seseorang aman dari dampak buruk kelelahan ekstrem. Banyak siswa yang merasa tubuhnya masih kuat sehingga menganggap begadang bukan masalah. Padahal, akumulasi kurang tidur, stres berkepanjangan, serta pola makan yang tidak teratur dapat mengganggu berbagai fungsi tubuh.
“Akumulasi kondisi tersebut dapat mengganggu fungsi kognitif, regulasi emosi, kualitas tidur, sistem pencernaan, daya tahan tubuh, hingga kinerja akademik,” kata dr Ahmad.
Dampak kesehatan yang dapat muncul akibat perbedaan antara lain penurunan konsentrasi, mudah cemas atau mudah presisi. Selain itu juga bisa mengalami sakit kepala, gangguan lambung, penurunan sistem imun, hingga menurunnya produktivitas belajar.

9 hours ago
18
















































