Kerugian Besar Akibat Jalan Rusak Bondowoso, Perbaikan Mendesak

3 hours ago 7

Image Anis Fitriatul Awaliah

Politik | 2026-07-09 21:00:01

Program pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu program pemerintah daerah yang paling dinantikan masyarakat Bondowoso. Jalan yang baik menjadi penopang utama mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, dan akses menuju layanan kesehatan maupun pendidikan.

Di tengah masih berlangkanya isu jalan berlubang dan aspal mengelupas di wilayah Binakal, Tapen, Tegalampel, hingga akses tani di Wringin, perbaikan jalan seharusnya menjadi harapan besar untuk peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat di ujung timur Jawa Timur ini.

Menurut saya, perbaikan jalan memiliki tujuan yang positif karena infrastruktur adalah hal mendasar yang sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi dan konektivitas manusia. Petani kopi Ijen, beras Cempo, serta pelaku UMKM yang mengangkut hasil dagangan akan lebih cepat, lebih hemat biaya, dan lebih aman jika jalan dalam kondisi layak. Anak sekolah tidak terlambat, ambulans puskesmas tidak terhambat, dan wisatawan lebih mudah menuju Kawah Ijen. Oleh karena itu, program ini dapat menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan Bondowoso yang lebih maju dan berdaya saing di masa depan.

Selain memperlancar mobilitas, perbaikan jalan juga berpotensi memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Pelaksanaan proyek dalam skala kabupaten membutuhkan bahan material, tenaga kerja lokal, tukang, dan pelaku usaha konstruksi lokal. Jika dikelola dengan baik, transparan, dan tepat mutu, program ini dapat membantu menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi warga Bondowoso.

Namun, pelaksanaan program ini juga menghadapi berbagai tantangan. Proyek infrastruktur memerlukan anggaran yang besar, distribusi yang merata, serta pengawasan yang ketat agar kualitas aspal yang diberikan tetap awet, aman, dan tidak rusak hanya dalam satu musim hujan. Banyak warga mengeluh jalan yang baru diperbaiki sudah berlubang lagi. Hal ini patut dipertanyakan efektivitas penggunaan anggarannya.

Tantangan lain yang perlu diperhatikan adalah transparansi dan evaluasi program. Masyarakat perlu mengetahui bagaimana anggaran digunakan dan sejauh mana program memberikan dampak nyata terhadap kelancaran transportasi dan perekonomian masyarakat. RAB proyek, nama kontraktor, dan progres pekerjaan seharusnya terbuka untuk publik. Evaluasi yang berkelanjutan penting dilakukan agar pelaksanaan program dapat diperbaiki sesuai kebutuhan di lapangan dan tidak mengulang kerusakan yang sama.

Nama Penulis: Anis Fitriatul Awaliah

Intansi: Universitas Nurul Jadid

Profesi/Status: Mahasiswa

Bio: Mahasiswa Universitas Nurul Jadid. Tertarik mengangkat isu sosial dan infrastruktur di Bondowoso & sekitarnya melalui tulisan. #SuaraMahasiswa

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
Politics | | | |