Presiden Minta Menpora Erick Thohir Cari Cara Biar Indonesia Masuk Piala Dunia

3 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Pemuda dan Olahraga yang juga Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir mencari supaya Indonesia bisa masuk ke Piala Dunia. 

"Bagaimana caranya masuk Piala Dunia? Saudara-saudara, jangan anggap enteng. Sepak bola itu kehormatan, kehormatan. Siapa yang bertanggung jawab? Mana? Erick Thohir mana Erick Thohir?" kata Prabowo seraya tertawa, saat peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). 

Kemudian, Presiden memanggil pengusaha Garibaldi Thohir yang karib disapa Boy Thohir, kakak kandung Erick, untuk menyampaikan pesan tersebut. "Boy kasih tahu adikmu itu," kata Prabowo kembali tertawa.

Dalam hal ini, Presiden mengaku resah dan belum puas meskipun Indonesia telah mampu menerapkan program biodiesel B50, karena tim nasional sepak bola Indonesia belum berhasil menembus pesta sepak bola akbar empat tahunan itu.

Sepak bola, menurut dia, merupakan bagian dari kehormatan bangsa sehingga upaya untuk membawa Indonesia masuk Piala Dunia perlu menjadi perhatian serius. Pada saat yang sama, ia juga melontarkan pertanyaan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Ini terkait dukungan yang diperlukan agar Indonesia dapat mencapai target masuk Piala Dunia. "Mana Menteri Keuangan? Apa yang diperlukan supaya kita bisa masuk Piala Dunia?" tanya Prabowo.

Pertengahan Juni lalu, Presiden memanggil Erick Thohir dan pelatih timnas sepak bola Indonesia John Herdman ke Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat untuk membahas perkembangan bidang olahraga, termasuk sepak bola.

Pada kesempatan itu, Presiden meminta Erick memperbaiki iklim kompetisi sepak bola domestik guna menghasilkan skuad tim nasional yang tangguh dan menembus panggung Piala Dunia mendatang.

Program mandatori

Presiden Prabowo meluncurkan Program Mandatori Biodiesel 50 persen (B50) di Karawang, sebagai langkah memperkuat kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Presiden mengatakan Indonesia menjadi negara pertama yang menerapkan mandatori B50.Menurutnya, kebijakan ini bukan sekadar pencapaian teknologi, juga bukti kemampuan Indonesia memanfaatkan kekayaan alam untuk kepentingan rakyat.

"Ini bukti Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alamnya sendiri untuk mementingkan rakyatnya sendiri. Ini tonggak penting untuk kemandirian bangsa sendiri," kata Presiden.

Read Entire Article
Politics | | | |