REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Arif Hidayat, Wakil Rektor II Bidang Non Akademik Universitas Nusa Mandiri (UNM)
Dinamika pendidikan tinggi hari ini menuntut perubahan cara pandang yang mendasar. Ruang kelas tidak boleh lagi dipahami sebagai ruang tertutup yang membatasi mahasiswa pada buku teks dan teori semata.
Di tengah arus globalisasi dan percepatan teknologi, perguruan tinggi harus hadir sebagai ekosistem pembelajaran yang terbuka, adaptif, dan terhubung dengan dunia. Inilah semangat yang terus kami dorong di Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis.
Salah satu wujud nyata dari transformasi tersebut adalah penguatan program Guest Lecture atau Kuliah Tamu Internasional. Program ini bukan sekadar pelengkap kurikulum, apalagi kegiatan seremonial.
Guest Lecture adalah strategi pembelajaran inovatif yang membawa realitas global langsung ke dalam ruang kelas. Melalui forum ini, mahasiswa berinteraksi dengan praktisi, akademisi, dan tokoh internasional yang memiliki pengalaman nyata lintas negara dan lintas sektor.
Dalam proses pembelajaran konvensional, mahasiswa umumnya mendapatkan perspektif dari dosen dengan latar belakang akademik tertentu. Guest Lecture melengkapi itu dengan sudut pandang yang lebih luas dari dunia industri, lembaga internasional, pemerintahan, hingga institusi pendidikan global.
Di titik inilah pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan aplikatif. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga melihat bagaimana ilmu diterapkan untuk menjawab persoalan nyata di berbagai belahan dunia.
Sebagai Wakil Rektor II Bidang Non Akademik UNM, saya memandang Guest Lecture sebagai ruang dialog global yang sangat penting. Bukan hanya menghadirkan narasumber dari luar kampus, tetapi membuka cakrawala berpikir mahasiswa agar lebih kritis, reflektif, dan berwawasan global.
Diskusi lintas perspektif ini melatih critical thinking, problem solving, serta membangun global awareness, kompetensi yang mutlak dibutuhkan di era persaingan internasional.
Peran Kantor Urusan Internasional (KUI) dalam konteks ini menjadi sangat strategis. KUI bukan sekadar penghubung administratif, melainkan motor penggerak internasionalisasi pembelajaran. Melalui jejaring global yang dibangun, Guest Lecture menjadi pintu masuk kolaborasi akademik yang lebih luas, mulai dari riset bersama hingga kerja sama institusional jangka panjang.
Bagi perguruan tinggi, menghadirkan narasumber internasional ke dalam kelas adalah investasi strategis. Ia tidak hanya memperkaya pengetahuan kognitif mahasiswa, tetapi juga membentuk pola pikir bahwa ilmu pengetahuan melampaui batas geografis dan budaya.
Inilah fondasi penting dalam menyiapkan lulusan yang siap menjadi global citizen, mereka yang mampu beradaptasi, berkompetisi, dan berkontribusi di tingkat internasional.
Di UNM, komitmen sebagai Kampus Digital Bisnis tercermin dari keterbukaan terhadap gagasan, teknologi, dan kolaborasi global. Dengan menjadikan Guest Lecture sebagai denyut nadi pembelajaran, kami tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga insan profesional yang siap menghadapi kompleksitas dunia global.
Karena pada akhirnya, inovasi sejati dalam pendidikan selalu berangkat dari satu hal sederhana yakni keberanian untuk membuka pintu ruang kelas selebar-lebarnya bagi ilmu pengetahuan dari segala penjuru dunia.

3 hours ago
5















































