Kopi dan Cokelat Indonesia Tembus Pasar Polandia Lewat Warsaw Coffe Festival

3 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, WARSAWA -- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Warsawa terus mengintensifkan diplomasi ekonomi melalui promosi kopi dan cokelat Indonesia di pasar Polandia. Upaya promosi diwujudkan melalui partisipasi dalam Warsaw Coffee Festival yang digelar di Stadion Nasional di Warsawa pada 7–8 Februari 2026 yang dihadiri ribuan pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku industri hingga pencinta kopi dan cokelat.

KBRI Warsawa memanfaatkan momentum pertumbuhan budaya kopi dan konsumsi kopi di Polandia yang semakin pesat, seiring meningkatnya permintaan terhadap specialty coffee dan kopi premium. Kopi Indonesia dinilai memiliki keunggulan dari sisi kualitas dan cita rasa. Beragam jenis kopi Indonesia yang menarik minat pasar Polandia antara lain kopi Flores, Gayo, Mandailing, Bali, Sumba, dan kopi dari Pulau Jawa.

Menurut Simon, perwakilan Podkawa, roastery kopi Indonesia di Polandia, kopi Indonesia memiliki daya tarik yang kuat bagi konsumen lokal. “Kopi Indonesia harus lebih banyak hadir di Polandia. Banyak orang yang awalnya tidak mengenal Indonesia, tetapi ketika mencoba kopi Indonesia, mereka kembali lagi karena menyukainya,” ujarnya.

Warsaw Coffee Festival merupakan pameran kopi terbesar di Polandia dan salah satu yang terbesar di Eropa. Keikutsertaan KBRI Warsawa dalam ajang ini bertujuan untuk semakin mempopulerkan kopi dan cokelat Indonesia yang kian diminati pasar Polandia.

“Kopi Indonesia sebenarnya sudah masuk ke pasar Polandia. Tantangannya adalah bagaimana membuat kopi Indonesia semakin dikenal luas sehingga ekspor Indonesia ke Polandia dapat terus meningkat,” ujar Agus Heryana, Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) RI di Warsawa.

Dalam lima tahun terakhir, tren perdagangan bilateral Indonesia–Polandia meningkat 8,6 persen. Nilai ekspor kopi Indonesia ke Polandia, khususnya kategori coffee, coffee husks, substitutes, tercatat sekitar 417.170 dolar AS, sebagai bagian dari total kategori coffee, tea, mate and spices senilai 6,12 juta dolar AS.

Selain kopi, KBRI Warsawa juga mendorong promosi produk cokelat Indonesia dan olahan kakao. Dalam beberapa tahun terakhir, cokelat Indonesia semakin dikenal dan digemari oleh konsumen Polandia.

Justyna, pengusaha cokelat di Polandia, menyampaikan bahwa pasar Polandia semakin terbuka terhadap cokelat dengan karakter rasa baru. “Konsumen Polandia semakin menggemari cokelat dengan kualitas tinggi, aroma yang kuat, dan rasa yang unik. Cokelat Indonesia memiliki cita rasa khas, termasuk nuansa buah-buahan yang menarik,” ujarnya.

Pada Warsaw Coffee Festival 2026, produk cokelat Indonesia yang ditampilkan bahkan habis terjual, mencerminkan tingginya minat pasar terhadap produk kakao Indonesia. Pada 2024, nilai ekspor Indonesia untuk kategori cocoa and cocoa preparations ke Polandia mencapai sekitar 5,68 juta dolar AS.

Selain mempromosikan produk unggulan Indonesia, KBRI Warsawa turut memperkenalkan kekayaan kuliner, budaya, serta pariwisata Indonesia kepada masyarakat Polandia dalam rangka diplomasi ekonomi dan budaya yang terpadu. Polandia memiliki prospek pasar yang strategis.

Laju pertumbuhan ekonomi riil Polandia saat ini tercatat sekitar dua kali lipat rata-rata pertumbuhan ekonomi Uni Eropa. Didukung oleh posisi geografis dan konektivitas logistik yang kuat, Polandia berperan sebagai pintu masuk utama ke pasar Uni Eropa, khususnya kawasan Eropa Tengah dan Timur.

Melalui promosi berkelanjutan di ajang internasional seperti Warsaw Coffee Festival, KBRI Warsawa optimistis kopi, cokelat, dan produk unggulan Indonesia lainnya dapat semakin memperkuat kehadiran Indonesia di pasar Polandia dan Eropa secara lebih luas.

Read Entire Article
Politics | | | |