Luhut Sambut Pelatnas Multiyears, Kunci Pembinaan Atlet Jangka Panjang

2 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- JAKARTA -- Ketua Umum PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Luhut Binsar Pandjaitan, menyambut positif rencana pemerintah menerapkan program pemusatan latihan nasional (Pelatnas) multiyears bagi atlet Indonesia. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem pembinaan olahraga nasional secara berkelanjutan.

Dalam unggahan di media sosialnya, Luhut mengatakan prestasi olahraga tidak dapat dibangun secara instan. Menurut dia, keberhasilan atlet meraih medali dan mengharumkan nama bangsa merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan kerja keras, konsistensi, serta investasi waktu bertahun-tahun.

“Di balik setiap medali dan berkibarnya Sang Saka Merah Putih di titik tertinggi, ada kerja keras, konsistensi, dan investasi waktu bertahun-tahun yang sering kali luput dari kacamata masyarakat,” tulis Luhut.

Pernyataan itu disampaikan Luhut untuk merespons arahan Presiden Prabowo Subianto terkait transformasi kebijakan olahraga nasional, khususnya mengenai penganggaran multiyears untuk pelatnas dan pembinaan talenta sejak usia dini.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan bahwa Presiden Prabowo mendukung penguatan ekosistem olahraga nasional melalui skema pembinaan jangka panjang. Hal itu termasuk rencana pembentukan Akademi Olahraga Nasional untuk menjaring bakat sejak usia sekolah dasar.

"Sebagai Ketua Umum PB PASI, keputusan ini merupakan langkah strategis yang sudah lama kami nantikan," tulis Luhut.

Menurut Luhut, pembinaan atlet tidak berlangsung hanya dalam satu musim kompetisi. Banyak atlet, kata dia, telah menjalani latihan sejak usia dini dan baru mencapai puncak performa setelah melalui proses panjang yang penuh tantangan.

Ia menjelaskan, PB PASI telah melakukan sejumlah langkah konkret untuk mendukung pembinaan atletik nasional. Salah satunya melalui pembangunan Pusat Pelatnas Atletik di Pangalengan serta pengembangan Papua Athletics Center (PAC) sebagai pusat pelatihan atletik desentralisasi di Papua guna menjaring talenta potensial dari kawasan Indonesia Timur.

Namun demikian, Luhut menilai pembangunan fasilitas fisik saja tidak cukup tanpa adanya kesinambungan program pembinaan yang terjamin. Karena itu, ia menyebut kebijakan Pelatnas multiyears sebagai bagian penting yang selama ini dibutuhkan federasi olahraga.

Menurut dia, salah satu tantangan utama yang dihadapi federasi adalah siklus penganggaran yang bersifat tahunan. Padahal, pembinaan atlet memerlukan kepastian program dan dukungan pendanaan dalam jangka panjang agar target prestasi dapat dicapai secara optimal.

Luhut juga menilai kebijakan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk membangun fondasi olahraga nasional yang lebih kuat, bukan semata mengejar perolehan medali dalam satu ajang tertentu.

Ia berharap rencana tersebut dapat segera direalisasikan sehingga pemerintah dan federasi olahraga dapat bekerja bersama dalam menciptakan sistem pembinaan yang berkesinambungan.

"Ketika negara hadir dengan komitmen jangka panjang dan federasi bekerja dengan profesional, saya optimistis prestasi para atlet Indonesia akan semakin menjanjikan saat berlaga di ajang kompetisi olahraga regional maupun internasional," kata Luhut.

Luhut mengungkapkan kebijakan tersebut dapat menjadi titik balik bagi pembinaan olahraga nasional karena pemerintah tidak hanya mengejar target medali jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi prestasi untuk masa depan.

Selain dukungan pemerintah, Luhut juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dari kalangan usaha, untuk memastikan kesinambungan pembinaan atlet.

“Dukungan dari kalangan usaha juga memainkan peran sentral di balik keberhasilan program pembinaan selama ini. Sinergi yang kokoh ini memberi kami ruang gerak yang lebih luas untuk terus mengakselerasi jam terbang internasional para atlet,” ujar Luhut.

Dia berharap kebijakan pembinaan jangka panjang tersebut dapat memperkuat ekosistem atletik nasional sehingga Indonesia mampu menyiapkan atlet yang lebih kompetitif di berbagai kejuaraan internasional.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |