Manasik Haji di Kupang Diikuti 163 Calon Jamaah dari Empat Daerah

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, melaksanakan pembinaan manasik haji kepada 163 calon jamaah haji selama lima hari, yakni pada 9-13 Februari 2026.

“Peserta manasik merupakan gabungan dari Kota Kupang sebanyak 151 orang, Kabupaten Kupang empat orang, Kabupaten Rote Ndao empat orang, dan Kabupaten Malaka empat orang, sehingga totalnya 163 calon jamaah haji,” kata Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Kupang Marhaban Adhang, Senin (9/2/2026).

Penggabungan tersebut dilakukan karena di Kabupaten Kupang saat ini belum terdapat struktur kantor, melainkan hanya tempat pelayanan, sementara seluruh administrasi berada di Kota Kupang. Kondisi serupa juga terjadi di Rote, Sabu, dan Malaka sehingga seluruh kegiatan bimbingan manasik dipusatkan di Kota Kupang.

Ia menjelaskan, pelaksanaan bimbingan manasik bertujuan memberikan pemahaman kepada jamaah agar menguasai tata cara manasik haji. Dengan demikian, jamaah diharapkan memahami rukun haji, wajib haji, sunnah haji, serta larangan-larangan dalam ibadah haji.

Dengan pemahaman tersebut, jamaah diharapkan dapat melaksanakan ibadah secara mandiri dan tidak bergantung pada orang lain, sehingga proses perjalanan ibadah haji dapat berjalan lancar tanpa hambatan.

“Dalam kegiatan ini, kami menghadirkan narasumber yang bersertifikat dan kompeten di bidangnya masing-masing, mulai dari materi fiqih haji hingga kesehatan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, materi kesehatan disampaikan oleh Dinas Kesehatan Kota Kupang, termasuk oleh dokter-dokter yang memiliki lisensi dan sertifikasi.

Marhaban mengingatkan para peserta agar mengikuti kegiatan manasik dengan sungguh-sungguh sehingga mampu menerapkan ilmu dan pengetahuan yang telah disampaikan para narasumber.

“Harapan kami, para jamaah dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, mencerna ilmu yang disampaikan, dan mampu menerapkannya dalam pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Pada akhirnya, jamaah diharapkan menjadi haji yang diterima oleh Allah SWT,” katanya.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |