Memanjakan Lidah di Festival Kuliner di Tangerang

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID,TANGERANG — Aroma masakan di Hall 3 ICE BSD City, Tangerang, menyusup hidung dan mengusik keinginan untuk mengudap makanan. Puluhan tenant makanan yang memasak hampir bersamaan menjelang waktu makan tiba, beradu dengan aroma kopi dan kue yang dipanggang. 

Semua itu menggoda pengunjung untuk mencari menu penggugah rasa. Di sisi lain, pengunjung sudah menempati meja masing-masing. Sebagian duduk berkelompok, lainnya menempati meja masing-masing tanpa bercakap. Keinginan mereka sederhana; menikmati makan dan atau minum sambil duduk, usai lelah mengelilingi area festival kuliner BCA Expoversary 2026 yang dihelat di Hall 1 hingga 10 ICE BSD, Tangerang. 

Frida, salah satu pengunjung, siang itu datang ke acara tahunan ini bersama beberapa temannya. Mereka duduk menempati salah satu meja alumunium yang berkapasitas enam orang. Seorang berjaga agar meja tidak berpindah 'kepemilikan', sementara tiga lainnya mencari makanan sesuai selera. 

“Wajib datang karena gratis biaya masuk, tenant-nya banyak, dan saya belanja tipis-tipis,” kata Frida sambil bersiap menyantap makanannya, akhir pekan lalu.

Serupa dengan Frida, Muhammad Daud rela berburu makanan dan minuman di Hall 3 ICE BSD usai mengunjungi tenant kendaraan di Hall 5 hingga 10. "ICE BSD ini sangat luas, rasanya seperti habis olahraga keliling lapangan, saya dan keluarga jadi lapar. Ini kami sedang mencari tenant makanan berat yang tidak terlalu antre karena keburu lapar," kata Daud. 

Berbicara antrean, berbagai booth makanan dan minuman di festival tersebut kerap ramai disambangi pengunjung. Bahkan, ada beberapa booth yang dipenuhi pelanggan mengular. Hal ini bisa dilihat baik pada area makan indoor maupun outdoor. “Meskipun sempat hujan, antrean di area outdoor ini tidak berubah. Ini nggak sedang promo lho,” kata Monik dari Pasar Kamis, Kabupaten Tangerang, saat hendak mengantre di salah satu booth makanan. 

Satu lagi tenant yang cukup diminati pengunjung adalah Warung Bakti BCA. Mengusung tema tempo dulu, warung tersebut menyuguhkan 59 jenis makanan kecil, 5 jenis rebusan, 10 jenis permen, dan 17 minuman. Semuanya bisa dinikmati gratis, meski ada syarat yang mengiringi. 

Unggahan ini kemudian bisa ditukarkan dengan 2 makanan kecil dan 1 minuman. Dengan tempat duduk yang didesain seperti angkringan, para pengunjung dapat duduk menyantap makanan di keempat sisi warung. Pengunjung lain, memanfaatkan ruang publik, lesehan, dengan rumput sintetis bermain bersama anak-anak mereka di area tersebut. 

Setidaknya ratusan pengunjung datang ke area tersebut setiap harinya. “Di sini bisa menjadi pelepas lelah setelah kita berkeliling melihat berbagai produk,” kata seorang pengunjung bernama Fira.

Read Entire Article
Politics | | | |